Operasi Ketupat Siginjai 2026: Arus Lalu Lintas Lancar, Angka Kematian Lakalantas Turun Signifikan

Hukrim796 Dilihat

JAMBI – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi merilis data hasil pemantauan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Siginjai 2026 yang berlangsung pada masa arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 H. Meskipun jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, terdapat indikator positif yang mencolok, yaitu penurunan jumlah korban meninggal dunia secara signifikan.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jambi, Kombes Pol Adi Benny, menyampaikan data tersebut Menurutnya, jumlah korban tewas turun dari tujuh orang pada periode yang sama tahun 2025 menjadi hanya dua orang pada tahun 2026.

“Selama Operasi Ketupat Siginjai 2026 tercatat sebanyak 32 kejadian kecelakaan. Dari jumlah tersebut, dua orang meninggal dunia, lima orang luka berat, dan 49 orang luka ringan. Kerugian materi yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp124,1 juta,” ujar Kombes Pol Adi Benny.

Data yang dikumpulkan dari Jasa Raharja Wilayah Jambi juga mengonfirmasi tren tersebut. Meskipun jumlah kejadian kecelakaan tercatat sebanyak 29 kasus atau naik tajam 163,6 persen dibandingkan tahun 2025 yang hanya 11 kejadian, serta jumlah korban luka-luka naik 31,6 persen (dari 38 orang menjadi 50 orang), angka kematian justru turun drastis sebesar 71,4 persen. Penurunan ini dinilai sebagai indikator positif dari efektivitas penanganan dan respons cepat yang dilakukan oleh pihak berwenang.

“Dari dua korban meninggal dunia tahun ini, satu telah menerima santunan, sementara satu lainnya prosesnya dilimpahkan ke cabang Bogor karena ahli waris berada di wilayah tersebut,” tambah perwakilan Jasa Raharja.

Secara umum, arus lalu lintas selama masa operasi terpantau berjalan lancar dan terkendali. Meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan di sejumlah titik jalur utama, kondisi tersebut tidak menimbulkan kemacetan yang signifikan atau berlarut-larut.

Namun, kepolisian tetap menemukan ribuan pelanggaran. Selama operasi berlangsung, petugas memberikan sebanyak 1.414 teguran kepada para pengemudi. Pelanggaran yang paling banyak ditemukan berkaitan dengan kelengkapan administrasi pengemudi dan kendaraan, serta masalah muatan kendaraan yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan di jalan raya.

“Pelanggaran yang dominan adalah terkait kelengkapan administrasi dan muatan kendaraan yang dapat membahayakan keselamatan,” jelas Kombes Pol Adi Benny.

Polda Jambi bersama Jasa Raharja serta pemangku kepentingan terkait terus mengimbau masyarakat agar tidak lengah. Masyarakat diharapkan selalu mematuhi aturan lalu lintas, memastikan kelengkapan dokumen dan kondisi kendaraan, serta menjaga kondisi fisik agar tetap bugar saat berkendara demi meminimalisir risiko kecelakaan, tidak hanya saat musim liburan namun dalam perjalanan sehari-hari.(Rilis)

(Aidil)