Kapolda Aceh Tinjau Langsung Jembatan Putus dan Progres Pembangunan Gantung – Infrastruktur Jadi Prioritas untuk Kesejahteraan Masyarakat!”

Mitrariau.com,Aceh Tengah,Aceh – Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., Kapolda Aceh, melaksanakan kunjungan peninjauan langsung ke Kabupaten Aceh Tenggara pada Selasa (20/1/2025). Kegiatan ini bukan hanya bentuk kepedulian, namun juga respons cepat dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terhadap kondisi infrastruktur yang memiliki dampak krusial pada aktivitas sehari-hari dan keselamatan masyarakat setempat.

Pada kunjungan pertama, Kapolda Aceh menuju Desa Natam, Kecamatan Badar, untuk melihat secara mendetail kondisi jembatan yang mengalami kerusakan parah hingga putus. Di lokasi tersebut, beliau tidak hanya mengamati tingkat kerusakan fisik jembatan, tetapi juga mendengarkan penjelasan komprehensif dari pihak terkait – mulai dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Aceh Tenggara hingga perwakilan masyarakat – mengenai penyebab terjadinya kerusakan. Dilaporkan bahwa faktor alam seperti curah hujan tinggi dan aliran sungai yang deras menjadi penyebab utama, ditambah dengan beban kendaraan yang sering melampaui kapasitas jembatan.

Selain itu, pihak terkait juga menjelaskan langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan, seperti pemasangan pagar pengaman sementara dan rambu peringatan untuk mencegah kecelakaan. Rencana jangka pendek dan panjang untuk perbaikan juga telah dirumuskan, termasuk evaluasi struktur serta penyusunan anggaran yang dibutuhkan.

Setelah meninjau lokasi jembatan putus, Kapolda Aceh melanjutkan perjalanan ke Desa Simpur, Kecamatan Ketambe, untuk memantau progres pembangunan jembatan gantung yang tengah berlangsung. Jembatan gantung ini dirancang sebagai solusi sementara yang juga memiliki nilai strategis, karena akan segera memulihkan akses bagi berbagai lapisan masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan akibat terputusnya jalur transportasi utama.

“Jembatan ini sangat penting bagi pelajar yang harus menyeberangi sungai dengan cara yang berisiko, bagi petani yang kesulitan membawa hasil panen ke pasar, serta bagi seluruh warga yang membutuhkan akses ke fasilitas umum seperti rumah sakit dan kantor pemerintah,” ujar Kapolda Aceh dalam sambutannya di lokasi pembangunan.

Sampai saat ini, pembangunan jembatan gantung telah mencapai progres sekitar 60%, dengan pekerjaan struktur utama dan penyangga sedang berjalan sesuai jadwal. Tim kontraktor juga menjamin bahwa pembangunan akan diselesaikan dengan standar keamanan yang ketat, agar jembatan dapat digunakan secara aman dalam jangka waktu yang panjang.

Melalui peninjauan langsung ini, Polda Aceh berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah daerah dan pihak terkait agar perbaikan jembatan putus serta penyelesaian pembangunan jembatan gantung dapat segera terlaksana. Tujuan utama adalah agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal dan roda perekonomian daerah dapat berjalan dengan lancar, sesuai dengan visi besar “Polda Aceh Meutuah, Menuju Aceh Meusyeuhu”.

 

Editor: Joni.H.Tanjung