Mitrariau.com,Kampar, Riau – Aksi cepat tanggap Kadisdik Kampar, H. Aidil, dalam menangani kasus viral nasi kotak di SD 021 Tarai Bangun patut diacungi jempol. Mewakili Kadisdik, Kabid Dikdas Kampar, Yolanda Sri Rahayu, langsung terjun ke lapangan atas instruksi Wakil Bupati Kampar, Hj. Misharti, S.Ag, M.Si, untuk mengusut tuntas permasalahan yang ada.
“Karena lokasi dekat dari SD 021, saya tugaskan langsung untuk mengklarifikasi terkait pemberitaan itu dan melakukan pembinaan,” tegas Yolanda.
Yolanda menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada kasus nasi kotak, tetapi juga menggali informasi terkait dugaan masalah lain di SD 021 Tarai Bangun. “Ternyata akhirnya dari pembinaan yang kita lakukan dari wali murid yang kita sambung itu terbukalah ada masalah-masalah lain tapi tidak bisa saya sampaikan sekarang karena kami ada rapat internal,” ungkapnya.
Selain itu, Yolanda juga menyoroti status guru honorer yang membanting nasi. Menurutnya, hal ini menjadi perhatian serius karena adanya perbedaan aturan antara juknis BOS dan Permendagri terkait penggajian guru honorer.
“Memang bapak yang ada di dalam video itu juga statusnya tidak PNS ataupun P3K, guru honorer. Sementara kita ada peraturan memang, tidak peraturan Kemendagri, pokoknya terhitung semenjak 2025 tidak ada lagi penggajian yang berstatus di luar P3K ataupun PNS,” jelas Yolanda.
Kadisdik Kampar melalui Kabid Dikdas menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kepala sekolah dan sistem manajerial di SD 021 Tarai Bangun. “Kepala sekolah adalah sebagai yang tertinggi di dalam satuan pendidikan di sekolah itu. Artinya, jika terjadi permasalahan, tentu saja ada kendala dalam sistem manajerial di sekolah,” ujarnya.
Kasus ini menjadi prioritas bagi Dinas Pendidikan Kampar. Pihaknya berjanji akan melakukan investigasi mendalam dan mengambil tindakan tegas jika terbukti adanya pelanggaran, demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan di Kabupaten Kampar.
Tim Redaksi
Editor : Joni.H.Tanjung















