Mitrariau.com,Pekanbaru, Riau – Sigap, cepat, dan teratur menjadi kunci penanganan Polsek Binawidya saat menerima laporan penemuan jenazah laki-laki yang tergantung di kawasan Jalan HR. Subrantas, tepatnya di belakang Rumah Sakit Universitas Riau, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Binawidya, Selasa (08/09/2026) siang.
Jenazah yang ditemukan diidentifikasi bernama Chandra Andika (23 tahun), beralamat di Mengkopot, RT 001/RW 003, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Berdasarkan keterangan resmi, almarhum diketahui merupakan pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan yang melarikan diri dari pengawasan rumah sakit sejak Senin (07/09/2026) pukul 15.30 WIB.
Peristiwa bermula sekitar pukul 12.00 WIB, ketika dua orang pekerja bangunan—Artadi (46 thn) dan Murzali (53 thn)—yang sedang merenovasi masjid di lingkungan Kompleks Kampus UNRI, melihat sosok tubuh manusia tergantung pada dahan pohon di area belakang RS UNRI.
Kedua saksi segera melaporkan hal tersebut kepada Riski Hidayat (27 thn), petugas keamanan yang saat itu hendak melaksanakan ibadah Sholat Dzuhur.
Laporan kemudian diteruskan kepada M. Saleh (40 thn), Komandan Regu keamanan, yang selanjutnya bersama saksi-saksi lainnya mendatangi lokasi dan segera mengamankan tempat kejadian agar tidak dikerumuni mahasiswa maupun warga yang mulai berdatangan.
Laporan resmi disampaikan ke Piket Fungsi Polsek Binawidya. Sekitar pukul 12.40 WIB, tim kepolisian bergerak menuju lokasi, dipimpin langsung oleh Wakapolsek Binawidya AKP Sony JR, S.H. didampingi Kanit Reskrim Polsek Binawidya IPTU Martin Luther Munthe, S.H. selaku Pawas.
Sesampainya di tempat, tim segera memasang garis polisi, menutup akses masuk, dan mulai mengumpulkan keterangan dari seluruh saksi yang ada.
Di tengah proses pengumpulan data, hadir Budiman Santoso (49 thn), petugas keamanan RSJ Tampan, yang memastikan identitas jenazah tersebut adalah pasien yang kabur dari pengawasan sehari sebelumnya.
Sekitar pukul 13.50 WIB, tim Piket Inafis Polresta Pekanbaru tiba di lokasi dan segera melakukan pemeriksaan serta pengolahan tempat kejadian secara menyeluruh.
Kegiatan olah TKP selesai pukul 14.20 WIB, setelah itu jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polresta Pekanbaru guna pemeriksaan medis lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian.
Kapolsek Binawidya Kompol Nusirwan SH.melalui AKP Sony JR, S.H.
Wakapolsek Binawidya”Kami bergerak dalam hitungan menit begitu laporan masuk.
Langkah pertama yang kami lakukan adalah memastikan keutuhan Tempat Kejadian Perkara, agar tidak ada hal-hal yang merusak jejak atau bukti di lokasi.
Pengamanan dilakukan dengan ketat namun tetap manusiawi, agar warga tetap tenang dan proses penyelidikan berjalan lancar.
Kami sangat mengapresiasi kesigapan warga dan petugas keamanan setempat yang segera melaporkan dan menjaga lokasi sebelum kami tiba.
Kerja sama seperti inilah yang mempermudah kami bekerja secara profesional dan akurat.”
“Kami juga mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi, dan menyerahkan seluruh proses penyelidikan kepada pihak berwenang.
Kejelasan fakta akan kami sampaikan secara bertahap sesuai hasil pemeriksaan resmi.”tutupnya Wakapolsek.
IPTU Martin Luther Munthe, S.H.Kanit Reskrim Polsek Binawidya menjelaskan”Berdasarkan pemeriksaan awal dan keterangan saksi-saksi di tempat, korban ditemukan dalam keadaan tergantung pada batang pohon, dan dugaan awal mengarah pada tindakan mengakhiri hidup.
Namun, kami tegaskan: ini baru dugaan sementara. Kepastian mutlak masih harus menunggu hasil pemeriksaan medis lengkap dan penyelidikan mendalam yang sedang kami lakukan.”
Lanjutnya Iptu Martin”Fakta penting yang kami temukan di lapangan adalah korban merupakan pasien RSJ Tampan yang diketahui kabur dari pengawasan sejak kemarin sore. Hal ini menjadi bagian penting yang kami telusuri lebih lanjut.
Saat ini seluruh data, keterangan, dan bukti sudah kami himpun dengan lengkap dan rapi. Jenazah sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lanjut.
Kami bekerja teliti, cermat, dan berpegang teguh pada prosedur hukum yang berlaku agar kasus ini ditangani secara adil, benar, dan transparan.”
“Kami juga turut berduka cita atas kejadian ini. Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih peduli dan peka terhadap kondisi sesama, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan pengawasan khusus.”tutupnya Iptu Martin
#PolriPresisi #PolriUntukMasyarakat #PolsekBinawidya #PolrestaPekanbaru #PoldaRiau #GerakCepat #PenyelidikanTeliti
Sumber: Humas Polsek Binawidya
Editor: Joni.H Tanjung
















