Mitrariau.com,Rokan Hulu, Riau – Aksi cepat, terpadu, dan penuh kesiapan kembali ditunjukkan jajaran kepolisian dalam menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Berdasarkan pantauan ketat dari Monitor Dashboard Lancang Kuning yang mendeteksi adanya titik panas (Hotspot), Kapolsek Bonai Darussalam IPTU Abdau Wardiyoso, S.Tr.K., M.H. segera mengerahkan seluruh kekuatan Satgas Satria Kresna ke lokasi kejadian.
Penanganan darurat ini dilakukan pada Minggu, 07 Juni 2026, di Dusun II Kasang Salak, Desa Bonai, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu.
Langkah tanggap darurat ini dilaksanakan atas arahan langsung Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., M.Si., yang senantiasa menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi dan penanganan dini mengingat wilayah Riau memiliki banyak lahan gambut yang sangat rentan terbakar dan sulit dipadamkan.
Api dilaporkan berkobar di lahan milik masyarakat berjenis tanah gambut dengan luas sekitar 5 hektare. Mengingat karakteristik tanah gambut yang berisiko api mudah melebar dan sulit mati sampai ke dalam, penanganan dilakukan secara serius, terencana, dan melibatkan kolaborasi lintas elemen.
Tim gabungan yang dikerahkan terdiri dari:
✅ Personil Polsek Bonai Darussalam
✅ Personil Koramil 10 / KDS
✅ Tim Relawan Pemadam Kebakaran (RPK) PT. Bina Daya Bentala
✅ Tim RPK PT. Graha Permata Hijau
✅ Tim RPK PT. Riau Anugerah Sentosa
Dukungan peralatan lengkap dan memadai pun diturunkan ke lokasi, antara lain: 4 Unit Pompa Tohatsu TE30, 10 Unit Mini Streker, selang besar & kecil, kendaraan operasional roda dua & empat, serta 1 Unit Alat Berat Excavator.
1. Verifikasi Titik Panas & Pemadaman: Tim turun langsung memastikan lokasi titik api dan mulai melakukan penyemprotan air secara masif.
2. Pembuatan Sekat Lahan: Menggunakan alat berat Excavator, tim membuat sekat atau gundukan tanah guna memutus jalur api agar tidak melebar ke area yang lebih luas atau pemukiman warga.
3. Pendinginan Lahan (Mop Up): Setelah api utama padam, tim terus melakukan penyiraman dan pendinginan menyeluruh ke dalam lapisan tanah gambut agar tidak muncul kembali titik api baru.
4. Penyuluhan & Himbauan: Sambil bekerja, petugas juga memberikan edukasi langsung kepada warga sekitar mengenai bahaya membakar lahan.
Hingga saat ini, kepala api telah berhasil dikuasai dan dipadamkan sepenuhnya. Namun, tim masih tetap berada di lokasi untuk memantau dan melanjutkan proses pendinginan mendalam guna memastikan keamanan total.
Kapolsek Bonai Darussalam IPTU Abdau Wardiyoso, S.Tr.K., M.H. memberikan pernyataan tegas terkait penanganan ini dan imbauan bagi seluruh masyarakat:
“Ini adalah bukti nyata sinergi luar biasa antara TNI, Polri, pemerintah, dan pihak perusahaan. Kami bergerak cepat begitu mendapat laporan adanya titik panas, karena kita tahu lahan gambut itu musuh bersama yang sangat berbahaya jika api sudah menyala.
Kami kerahkan semua kekuatan, baik tenaga maupun alat berat, untuk memadamkan, membuat sekat pembatas, dan mendinginkan lahan sampai ke akar‑akarnya agar api tidak hidup kembali.
Saya tegaskan kembali pesan penting ini kepada seluruh masyarakat Kecamatan Bonai Darussalam dan sekitarnya: JANGAN PERNAH membuka atau mengolah lahan dengan cara membakar!
Dampaknya sangat merugikan, merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, dan melanggar hukum, Kita semua bertanggung jawab menjaga kelestarian alam dan udara yang bersih.
Polsek Bonai Darussalam bersama Satgas Satria Kresna akan selalu siaga 24 jam, terus memantau, dan bertindak cepat demi menjaga wilayah kita dari ancaman Karhutla.
Mari kita jaga lingkungan kita bersama,”** tegas Kapolsek dengan penuh ketegasan.
#Karhutla #BonaiDarussalam #RokanHulu #SatgasSatriaKresna #CegahKarhutla #PolriPresisi #LindungiLingkungan #RiauBebasAsap 🌳🚒💧🚜✅
Sumber: Kapolsek Bonai Darussalam
BIRO. : Bustami NTs
Editor: Joni.H.Tanjung









