Panen Terong di Lahan Terbatas, Warga Binaan Rutan Padang Buktikan Produktivitas Dukung Ketahanan Pangan

Hukrim5347 Dilihat

PADANG, 18 Mei 2026 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang kembali menorehkan hasil nyata dari program pembinaan kemandirian warga binaan. Melalui lahan pertanian di kawasan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE), warga binaan bersama petugas berhasil memanen sekitar 20 kilogram tanaman terong, meskipun pengelolaan dilakukan di lahan yang memiliki keterbatasan luas. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional.

Kepala Rutan Kelas IIB Padang, Mai Yudiansyah, menyampaikan bahwa kegiatan pertanian ini merupakan bagian integral dari pembinaan yang bertujuan ganda: memberikan keterampilan hidup kepada warga binaan dan berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan pangan, sejalan dengan arahan pemerintah dan jajaran pemasyarakatan.

“Walaupun dikelola di lahan yang terbatas, hasil panen terong sebanyak 20 kilogram ini membuktikan semangat dan kerja keras warga binaan mampu menghasilkan sesuatu yang positif dan bermanfaat. Kami harap kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya berperan serta dalam mendukung program ketahanan pangan negara,” ungkap Mai Yudiansyah.

Lebih lanjut dijelaskan, keterbatasan ruang sama sekali tidak menjadi penghalang bagi terciptanya pembinaan yang produktif. Warga binaan dibimbing memanfaatkan setiap jengkal lahan secara optimal, mulai dari pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan hingga panen. Proses ini tidak hanya melatih kemampuan bertani, tetapi juga membentuk karakter warga binaan agar lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki etos kerja tinggi selama menjalani masa pembinaan.

Program Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) sendiri dirancang sebagai wadah edukasi dan pelatihan keterampilan. Harapannya, keahlian bertani dan nilai-nilai positif yang didapatkan selama mengikuti kegiatan ini dapat berguna dan diterapkan kembali oleh warga binaan saat nanti kembali berintegrasi ke tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Padang terus berupaya menghadirkan metode pembinaan yang inovatif, produktif, dan berdampak nyata. Langkah ini juga mempertegas peran aktif lembaga pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional, membuktikan bahwa kontribusi positif bisa lahir dari mana saja, termasuk dari balik pagar pembinaan, asalkan dikelola dengan semangat dan tujuan yang baik.

(Aidil)