PADANG PANJANG – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sumatera Barat Brigjen Pol. Solihin, S.I.K., M.H., CSPHR., melaksanakan kunjungan ke Yayasan Rahmah El Yunusiyyah Perguruan Diniyah Puteri Kota Padang Panjang, Kamis (22/10/2026) pagi, dalam rangka resepsi Hari Santri Nasional dengan tema “Saatnya Santri Membangun Negeri”.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri Irwasda Polda Sumatera Barat Kombes Pol. Bambang Purwanto, S.I.K., Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi, S.I.K., M.I.K., beserta para Pejabat Utama Polres Padang Panjang. Turut hadir Wakil Ketua Yayasan Rahmah El Yunusiyyah Perguruan Diniyah Puteri Fauzi Fauzan, Lc., S.Fils.I., pimpinan perguruan Fauziah Fauzan El Muhammady, S.E., Akt., M.Si., pembina yayasan Faiz Fauzan El Muhammady Dt. Bagindo Marajo, para dosen dan guru, serta para santri.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Diniyah Puteri, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa, serta penampilan Rahma Ethnic Orchestra Diniyah Puteri. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan pimpinan perguruan, pemutaran video tron, sambutan Wakapolda Sumatera Barat, sesi tanya jawab, foto bersama, penyerahan cendera mata, dan penutup.
Dalam sambutannya, Wakapolda Sumatera Barat menegaskan komitmen Polri melalui tagline “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai wujud upaya mendekatkan diri kepada masyarakat serta memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).
Wakapolda mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pihak yayasan, tenaga pendidik, keluarga, dan para santri, untuk berperan aktif menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif. Ia juga menekankan pentingnya pencegahan penyalahgunaan narkoba, edukasi mengenai pergaulan yang sehat, serta penguatan karakter dan nilai-nilai agama sebagai benteng bagi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dukungan dari lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat sangat penting untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan, terutama penyalahgunaan narkoba, sekaligus membentuk generasi yang berkarakter, berprestasi, dan berakhlak mulia,” ungkap Wakapolda.
Selain itu, Wakapolda memaparkan program unggulan dan prioritas Kapolri yang berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik, pemeliharaan Harkamtibmas, penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan, serta peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Implementasi program tersebut diwujudkan melalui peningkatan kehadiran personel Polri di tengah masyarakat, kegiatan sambang dan dialog bersama tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat. Polri juga terus mendorong langkah preventif melalui penyuluhan bahaya narkoba, pembinaan generasi muda, serta penguatan kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan keluarga.
Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi, S.I.K., M.I.K., turut menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian, lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat dalam membentuk generasi muda yang berkualitas serta memiliki kesadaran hukum.
“Kami dari Polres Padang Panjang berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pihak sekolah, tenaga pendidik, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, khususnya penyalahgunaan narkoba dan tindakan bullying. Kami berharap para santri dapat menjadi generasi penerus bangsa yang berprestasi, menjunjung tinggi nilai-nilai agama, menghormati sesama, serta turut berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing,” ujar Kapolres.
Kapolres juga menekankan bahwa pembinaan generasi muda tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak. Melalui edukasi, pembinaan, dan pendekatan humanis, diharapkan para pelajar dapat memahami pentingnya menaati aturan, menjaga pergaulan, serta menjauhi tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Sumatera Barat turut memberikan edukasi mengenai bahaya perundungan atau bullying terhadap anak. Ia menekankan pentingnya menanamkan sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, baik di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari.
Para santri diimbau untuk tidak melakukan perundungan dalam bentuk apa pun, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital. Mereka juga didorong agar berani melapor kepada guru, orang tua, atau pihak berwenang apabila mengalami atau menyaksikan tindakan bullying.
Selain itu, edukasi mengenai perilaku berisiko dan isu-isu sosial yang berkaitan dengan pergaulan generasi muda disampaikan melalui pendekatan pembinaan, pendidikan, dan penguatan nilai-nilai agama dengan tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan tanpa diskriminasi.
Melalui kegiatan tersebut, Polri berharap terjalin hubungan yang semakin erat dengan lembaga pendidikan sehingga upaya menjaga generasi muda dari pengaruh negatif dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat Hari Santri Nasional, bahwa santri memiliki peran strategis dalam membangun bangsa melalui ilmu pengetahuan, akhlak mulia, kedisiplinan, serta kontribusi positif bagi masyarakat.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.15 WIB. Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, personel Polres Padang Panjang bersama Polsek Padang Panjang melaksanakan pengamanan. Situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.















