Pacu Jalur Tepian Narosa Dimulai, 857 Personel Polri Disiagakan untuk Pengamanan

Hukrim12 Dilihat

TELUK KUANTAN – Polda Riau bersama Polres Kuantan Singingi (Kuansing) memastikan kesiapan pengamanan Festival Pacu Jalur Tepian Narosa 2026. Sebanyak 857 personel Polri disiagakan untuk mengawal perhelatan budaya masyarakat Kuansing yang dijadwalkan berlangsung pada 19 hingga 23 Agustus 2026.

Kesiapan pengamanan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pacu Jalur Tepian Narosa Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Astaka, Kabupaten Kuansing, Selasa (18/8/2026) sore. Apel dipimpin oleh Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto, Karo Rena Polda Riau Kombes Pol Daniel Widya Mucharam, Dir Samapta Polda Riau Kombes Pol Syahrial M. Said, Dirpolairud Polda Riau Kombes Pol Afri Fajar Hermanto, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akmadi serta sejumlah pejabat utama Polda Riau lainnya.

Hadir pula Plt Bupati Kuansing H. Mukhlisin, Ketua DPRD Kuansing Juprizal, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, Dandim 0302/Inhu-Kuansing Letkol Arh. Bangun Bara Kurniawan Prabowo, unsur Forkopimda, personel TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta BPBD Kuansing.

Dalam amanatnya, Wakapolda Riau menegaskan bahwa Pacu Jalur bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan warisan budaya dan pesta rakyat yang telah menjadi identitas masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi.

Tradisi yang telah berkembang sejak berabad-abad lalu ini memiliki nilai sejarah, sosial, gotong royong, serta solidaritas, dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat di sepanjang Sungai Kuantan.

“Pacu Jalur pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan dari sejarah kehidupan masyarakat yang sejak dahulu memiliki keterikatan erat dengan sungai sebagai ruang kehidupan, mobilitas, interaksi sosial, sekaligus pusat perkembangan kebudayaan,” demikian amanat Wakapolda Riau.

Festival Pacu Jalur 2026 sendiri telah dimulai sejak 1 Agustus. Kegiatan inti akan berlangsung selama lima hari, yakni 19 hingga 23 Agustus 2026, dengan mengusung tema “Budaya Lestari, Ekonomi Berseri.”

Tema tersebut menegaskan bahwa pelestarian budaya dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaan festival diharapkan memberikan manfaat tidak hanya dari sisi kebudayaan, tetapi juga bagi pelaku usaha, UMKM, serta sektor pariwisata di Kuansing.

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, Polri menyiapkan pengamanan terpadu bersama TNI dan pemerintah daerah.

“Pendekatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memastikan festival dapat berlangsung secara aman, tertib, dan kondusif, sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati perhelatan budaya tersebut dengan rasa aman dan nyaman,” tegasnya.

Selain pengamanan kegiatan masyarakat, Polda Riau juga terus memperkuat penegakan hukum terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kuansing.

Dalam Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, Polda Riau bersama Polres Kuansing telah mengungkap delapan kasus dengan 17 tersangka yang beroperasi di 55 lokasi.

Penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus melindungi sumber daya alam dan lingkungan dari aktivitas pertambangan ilegal yang berpotensi menimbulkan kerusakan ekologis serta dampak sosial dan ekonomi jangka panjang.

“Pengamanan kegiatan masyarakat harus ditempatkan dalam kerangka yang lebih komprehensif, yaitu tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga melindungi sumber daya alam dan lingkungan dari aktivitas ilegal,” ujarnya.

Usai apel, Wakapolda Riau juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai berperan aktif dalam penertiban PETI di wilayah hukum Polres Kuansing.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Dirpolairud Polda Riau Kombes Pol Afri Fajar Hermanto, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, Kapolsek Cerenti AKP Peri Padli, Camat Cerenti Erialis, serta sejumlah tokoh masyarakat dan unsur Dubalang Batang Kuantan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.

Dengan kesiapan personel serta dukungan lintas instansi tersebut, Polda Riau memastikan masyarakat dan wisatawan dapat menyaksikan kemeriahan Pacu Jalur Tepian Narosa 2026 dengan aman dan nyaman, sekaligus menjaga tradisi budaya Kuansing tetap lestari serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Editor:Vani