Jalan Penghubung Terputus Akibat Konflik, Warga Kubu Simbelang Bangun Jalan Alternatif Lewat Desa Singa

Hukrim243 Dilihat

mitrariau.com,Karo( Sumut)-26 mei 2026 – Perselisihan yang masih berlanjut antara warga Desa Kubu Simbelang dan Desa Bunuraya, Kecamatan Tiga Panah, kini berdampak serius pada akses perjalanan warga. Akibat ketegangan yang belum mereda, warga Desa Kubu Simbelang tidak bisa melintasi wilayah Desa Bunuraya untuk menuju ke Kabanjahe.

Setiap kali ada warga maupun kendaraan dari Kubu Simbelang yang berusaha lewat jalur tersebut, mereka kerap mendapatkan perlakuan buruk hingga serangan berupa lemparan benda dari warga Desa Bunuraya. Situasi ini membuat ketakutan warga terutama di kalangan pelajar, anak-anak sekolah kini tidak berani lagi melintasi wilayah desa tetangga tersebut.

Melihat kondisi tersebut dan demi keselamatan warganya, Kepala Desa Kubu Simbelang, Rahmat Ginting, berinisiatif mengajak seluruh warga bergotong royong. Mereka membersihkan dan memperbaiki jalan alternatif yang menghubungkan wilayah mereka lewat Desa Singa menuju Kabanjahe. Jalan yang dulunya jarang dilalui ini kini diubah menjadi jalur utama baru, agar aktivitas warga dan perjalanan anak-anak ke sekolah tidak lagi terhambat.

Warga Desa Kubu Simbelang pun terlihat antusias dan sangat mendukung langkah yang diambil kepala desanya. Dengan kerja sama bersama-sama, jalur itu kini sudah bisa dilalui kembali dan menjadi solusi utama selama perselisihan dengan Desa Bunuraya belum menemukan titik terang.

Rahmat Ginting turut menyampaikan rasa kekecewaannya yang mendalam atas sikap pihak desa tetangga tersebut. Menurutnya, seharusnya sebagai desa yang bertetangga, keduanya bisa saling mendukung dan hidup rukun, bukan justru saling menyusahkan.

“Saya kecewa sekali. Seharusnya dalam menyikapi perselisihan, kita bisa bersikap bijaksana. Kita ini desa tetangga, seharusnya saling mendukung dan kompak, bukan malah memutus akses dan menyusahkan rakyat kecil, apalagi sampai mengganggu anak-anak yang mau sekolah,” ungkap Rahmat Ginting.

Ia berharap penyelesaian damai segera tercapai, sehingga warga kedua desa bisa kembali berinteraksi dengan baik dan akses jalan utama yang biasa dipakai bersama bisa digunakan kembali seperti sedia kala. Sementara itu, warga Kubu Simbelang memilih bertahan menggunakan jalur alternatif tersebut demi menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas sehari-hari mereka.

PST ARIANI BR SILABAN
Editor: Yheni