SIJUNJUNG, 18 Mei 2026 – Atas arahan dan dukungan penuh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sijunjung, AKBP Willian Harbensyah, S.I.K., M.H., Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sijunjung kembali melaksanakan kegiatan Police Goes To School. Kali ini, personel Satlantas hadir dan memimpin upacara bendera di SMAN 9 Sijunjung, yang ditetapkan sebagai Sekolah Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas.
Kegiatan ini berlangsung atas kerja sama yang erat dengan dinas pendidikan Provinsi dan sekolah, di bawah pimpinan Kepala Sekolah SMAN 9 Sijunjung, Eni Pesma, S.Pd., M.T., yang sangat mendukung program pembinaan keselamatan berlalu lintas bagi para siswa.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Sijunjung, Iptu Raden Dwi Agus Kharismawan, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., didampingi oleh Kanit Kamsel Aipda Irwandi, Kanit Gakkum Ipda Budiman Adlis, serta anggota Satlantas lainnya yakni Bripda Yazik dan Keysa Merta.

Dalam amanatnya di hadapan seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan, Iptu Raden Dwi Agus Kharismawan terlebih dahulu memperkenalkan diri sebagai pejabat baru yang memegang kendali Satlantas Polres Sijunjung. Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pelaksana upacara yang telah menjalankan tugas dengan tertib, disiplin, dan khidmat, serta kepada Kepala Sekolah Eni Pesma dan jajarannya atas sambutan dan kerja samanya.
Sebagai pembina upacara, kasat lantas menegaskan pesan-pesan penting yang sejalan dengan program unggulan Kapolres Sijunjung, AKBP Willian Harbensyah, untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan. Ada empat poin utama yang disampaikan:
1. Kesadaran Diri: “Tertib dan etika berlalu lintas harus sudah tertanam dari diri sendiri. Jangan hanya patuh atau berperilaku baik karena takut ada petugas, tapi lakukan karena sadar hukum dan peduli keselamatan,” tegas Iptu Raden.
2. Integrasi Pendidikan: Pihak kepolisian bersama pihak sekolah sepakat untuk memasukkan materi pendidikan lalu lintas ke dalam mata pelajaran PPKn, agar pemahaman aturan dan keselamatan menjadi bagian dari kurikulum dan pembentukan karakter siswa.
3. Perhatian pada Pelajar: Ia menyoroti fakta bahwa angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas masih sangat tinggi di kalangan usia produktif, termasuk pelajar. Hal ini menjadi alasan utama mengapa pembinaan intensif di lingkungan pendidikan sangat diperlukan demi menyelamatkan masa depan generasi muda.
4. Pembentukan PKS: Sebagai langkah nyata pengawasan dan pembinaan, akan dilakukan pembinaan dan pembentukan Patroli Keamanan Sekolah (PKS). Anggota PKS akan dibekali pengetahuan dan keterampilan, agar mampu menjadi pelopor, pengawas, dan teladan bagi teman-temannya di lingkungan sekolah maupun di jalan raya.

Usai upacara, Kasat Lantas juga memberikan edukasi melalui metode dialog interaktif atau podcast, serta memberikan arahan dan motivasi khusus kepada para siswa yang akan mengikuti seleksi dan pelatihan menjadi anggota PKS.
Kepala Sekolah SMAN 9 Sijunjung, Eni Pesma, S.Pd., M.T., menyambut baik kegiatan ini dan berkomitmen untuk terus bersinergi dengan kepolisian demi menciptakan lingkungan sekolah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga melahirkan siswa yang berbudaya tertib dan aman.
Kapolres Sijunjung, AKBP Willian Harbensyah, menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, menanamkan budaya tertib sejak dini adalah investasi jangka panjang demi terciptanya situasi keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di wilayah hukum Sijunjung.
(Aidil)










