Mitrariau.com,Siak ,Riau ,Koto Gosib – Menyatukan kepedulian terhadap keamanan masyarakat dan kelestarian alam, Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H. memimpin langsung kegiatan “Jumat Curhat” yang dirangkai dengan aksi penanaman pohon dalam program Green Policing.
Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh makna di Kampung Tasik Seminai, Kecamatan Koto Gasib, pada Jumat pagi, 8 Mei 2026.
Bertempat di Gedung Serbaguna Jalan Poros Komplek Perkantoran, momen ini menjadi wadah pertemuan langsung antara pucuk pimpinan kepolisian, jajaran pejabat utama, dan masyarakat untuk saling bertukar aspirasi, menyelesaikan masalah, serta bergerak bersama mewujudkan lingkungan aman, nyaman, dan asri.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H.”Jumat Curhat adalah ruang nyata kami mendengar suara rakyat. Hari ini kita duduk bersama, mendengar keluhan, dan mencari solusi terbaik demi keamanan dan ketertiban bersama.
Saya tegaskan, segala bentuk aktivitas yang meresahkan masyarakat, seperti lokalisasi terselubung atau praktik pijat plus-plus, harus bersih total. Saya instruksikan Kasat Samapta dan Kanit Reskrim untuk bertindak tegas, segera bongkar dan berantas hingga tuntas!”
“Kita juga bicara soal keamanan desa. Saya akui ada keterkaitan erat antara pencurian buah sawit dengan peredaran narkoba: pelaku mencuri hasil bumi untuk membeli barang haram. Polisi akan bertindak keras, namun kami tidak bisa bekerja sendiri.
Dengan jumlah personel yang ada, saya ajak seluruh warga aktifkan kembali Satkamling, ronda malam, dan saling awasi. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tugas polisi,” tegas Kapolres dengan tegas dan lugas.
“Selain aman, kita juga harus wariskan lingkungan yang sehat. Melalui program Green Policing, kita tanam 50 bibit pohon produktif,mangga, nangka, alpukat, rambutan, hingga matoa.
Ini bukan sekadar tanam, tapi menanam harapan dan kesejahteraan. Kita jaga alam hari ini, demi masa depan anak cucu kita nanti,” tambahnya penuh harapan.
Dalam dialog terbuka tersebut, sejumlah persoalan krusial diungkap dan langsung ditanggapi:
✅ Bongkar Lokalisasi: Lokasi di wilayah “Kilo-Kilo” yang meresahkan warga akan ditindak tegas dan dibersihkan sepenuhnya.
✅ Keselamatan Pelajar: Terkait maraknya siswa SD bawa motor, Kasat Lantas mengusulkan sanksi tegas dari sekolah berupa “Nilai Merah” agar ada efek jera dan melindungi keselamatan anak-anak.
✅ Edukasi Hukum: Satreskrim jelaskan perbedaan pencurian ringan hingga berberat, agar warga paham aturan hukum dan prosesnya.
✅ Putus Mata Rantai Kejahatan: Sinergi warga dan polisi untuk memutus hubungan antara pencurian hasil bumi dengan penyalahgunaan narkoba.
Di akhir kegiatan, Kapolres menyerahkan 50 bibit pohon produktif kepada Penghulu Kampung Tasik Seminai, Hadi Suprapto, dilanjutkan penanaman bersama di halaman Kantor Penghulu.
Langkah ini mendapat apresiasi tinggi dari tokoh masyarakat dan perangkat desa karena menyentuh dua aspek penting sekaligus: Aman dan Asri.
Kegiatan yang berakhir pukul 11.30 WIB ini berjalan sangat kondusif, hangat, dan mempererat ikatan batin antara Polres Siak dengan masyarakat.
#PolresSiak
#JumatCurhat
#GreenPolicing
#AmanDanAsri
#SinergiPolriMasyarakat
#BebasNarkoba
#SiakLestari 🌳💬🚔✨
SUMBER:HUMAS POLRES SIAK
EDITOR:JONI.H.TWNJUNG















