Mitrariau. com, Pekanbaru, Riau – Setelah momen kebersamaan Hari Raya Idul Fitri yang penuh berkah, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru resmi mengawali aktivitas kerja kembali dengan semangat baru. Kepala Rutan Pekanbaru, Erwin Siregar, secara langsung memimpin apel pagi perdana pasca Lebaran yang diikuti oleh seluruh pegawai, pejabat struktural, hingga peserta magang yang sedang menimba ilmu di lembaga ini.Pada 30/3/2025
Acara apel pagi yang berlangsung di halaman utama Rutan Pekanbaru bukan hanya menjadi bentuk kesiapan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab, tetapi juga momentum untuk menyatukan tekad seluruh komponen dalam memberikan pelayanan terbaik. Dalam amanatnya, Erwin Siregar menegaskan komitmen yang tak tergoyahkan terhadap tugas yang diemban.
“Setelah kita merasakan kebahagiaan berkumpul dengan keluarga di Hari Raya, kini saatnya kita kembali fokus pada tugas kita untuk melayani dan membina.
Apel perdana ini menjadi simbol bahwa kita siap memberikan pelayanan yang optimal, menjaga ketertiban, serta terus berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perbaikan diri warga binaan,” ucap Erwin Siregar dengan nada yang tegas dan penuh semangat.
Beliau juga menambahkan bahwa setiap anggota Rutan memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran operasional dan keberlangsungan program pembinaan. “Kita harus saling mendukung, karena keberhasilan kita bersama adalah tujuan utama dalam melayani negara dan masyarakat,” tambahnya.
Setelah apel berlangsung lancar, suasana menjadi semakin hangat ketika seluruh pegawai, pejabat, dan peserta magang saling bersalaman, bertukar ucapan semangat kembali bekerja, serta berbagi cerita tentang momen Lebaran yang penuh makna.
Tak berhenti sampai di situ, Erwin Siregar bersama jajaran pejabat struktural langsung melakukan kunjungan ke seluruh blok hunian warga binaan.
Dalam kunjungan tersebut, suasana kehangatan terasa jelas ketika Erwin Siregar di dampingi Ka KPR Boni.beserta tim bersalaman dan menyapa satu per satu warga binaan.
Beliau menyampaikan bahwa momen Lebaran menjadi kesempatan untuk merenung dan melakukan perbaikan diri, sehingga ketika kembali ke rutinitas, setiap orang dapat membawa semangat positif untuk menjalani proses pembinaan dengan lebih baik.
“Kita mengerti bahwa perjalanan untuk menjadi pribadi yang lebih baik tidak selalu mudah, namun dengan kerja sama dan dukungan bersama, kita pasti bisa mewujudkannya,” ujar Erwin Siregar saat berbincang dengan salah satu warga binaan.
Warga binaan tampak sangat senang dengan kedatangan Kepala Rutan dan jajarannya. Beberapa di antaranya menyampaikan harapan agar dapat mengikuti semua program pembinaan dengan baik dan siap kembali menjadi bagian masyarakat yang bermanfaat.
“Kami merasa sangat diperhatikan, semoga dengan bimbingan dari pihak Rutan, kami bisa benar-benar berubah dan kembali ke keluarga dengan membawa kebaikan,” ujar salah seorang warga binaan dengan mata penuh harap.
Kunjungan ke blok hunian ini juga menjadi kesempatan bagi pihak Rutan untuk memastikan kondisi fasilitas hunian tetap terjaga dengan baik, serta mendengar langsung aspirasi dan harapan dari warga binaan terkait program pembinaan yang ada.
Beberapa poin yang disampaikan oleh warga binaan langsung dicatat oleh tim untuk menjadi bahan evaluasi dan perbaikan selanjutnya.
Erwin Siregar juga mengingatkan seluruh pegawai untuk terus menjaga hubungan yang harmonis dengan warga binaan, karena pembinaan yang baik akan membawa dampak positif bagi perubahan diri mereka. “Kita harus menjadi contoh yang baik dan sumber inspirasi bagi mereka untuk berubah ke arah yang lebih baik,” tuturnya.
Dengan pelaksanaan apel perdana pasca Lebaran dan kunjungan ke blok hunian, Rutan Pekanbaru menunjukkan komitmen yang kuat dalam memberikan pelayanan dan pembinaan terbaik.
Semangat kebersamaan dan kepedulian yang terjalin antara pegawai, pejabat, dan warga binaan diharapkan dapat menjadi pondasi yang kokoh untuk mewujudkan tujuan utama Rutan: mencetak pribadi yang berkualitas, bertanggung jawab, dan siap kembali berkontribusi bagi masyarakat dan negara.
Editor: Joni. H. Tanjung









