Tragedi Menggemparkan Kecamatan Binawidya: Penemuan Mayat Bayi di Parit Perumahan, Kapolsek Kompol Nusirwan Pimpin Investigasi Kilat dan Sampaikan Himbauan Kritis!

Tragedi Menggemparkan Kecamatan Binawidya: Penemuan Mayat Bayi di Parit Perumahan, Kapolsek Kompol Nusirwan Pimpin Investigasi Kilat dan Sampaikan Himbauan Kritis!

 

Mitrariau.com,Pekanbaru, Riau – Kecamatan Binawidya dilanda keprihatinan mendalam pada Minggu pagi, 15 Maret 2026, menyusul penemuan mengejutkan sesosok mayat bayi tak berdosa di sebuah parit perumahan. Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 07.30 WIB di parit Perumahan Graha Panam Permai, Jalan Suka Karya, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru.

Penemuan yang memilukan ini langsung memicu respons sigap dari pihak kepolisian Polsek Binawidya untuk mengungkap misteri di baliknya.

 

Penemuan mayat bayi tanpa identitas ini pertama kali diungkap oleh Budi Ilham (40), seorang warga yang mendengar teriakan anak-anak yang sedang bermain di sekitar parit. Saat mendekat, ia terkejut melihat sesosok bayi mengapung di dalam parit.

Kejadian ini segera dilaporkan kepada Ketua RT setempat, Amsal (58), dan saksi lainnya, Yusril (55), yang kemudian meneruskan informasi penting ini kepada Bhabinkamtibmas Air Putih.

 

Tak lama setelah menerima laporan, tim dari Polsek Binawidya bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sekitar pukul 08.05 WIB, personel kepolisian telah tiba di lokasi untuk segera melakukan olah TKP dan mengamankan area penemuan. Jasad bayi malang tersebut ditemukan berada di dalam parit perumahan.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol. Muharman Arta, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Binawidya, Kompol Nusirwan, SH., memberikan keterangan resmi mengenai kronologis dan tindakan kepolisian.

“Pada hari Minggu, 15 Maret 2026, sekira pukul 07.30 WIB, saksi pertama mendengar teriakan anak-anak yang bermain di parit, memberitahukan adanya bayi yang mengapung. Saksi segera mendatangi lokasi dan melaporkan kepada Ketua RT dan warga lain, yang kemudian diteruskan kepada kami,” ujar Kompol Nusirwan.

“Begitu menerima informasi, sekitar pukul 08.05 WIB, piket fungsi langsung turun ke TKP untuk melakukan olah TKP dan pengamanan. Saat kami tiba, jasad korban sudah berada di dalam parit perumahan,” tambahnya, menyoroti kecepatan respons kepolisian.

 

Kompol Nusirwan menegaskan bahwa penyebab kematian bayi tersebut masih menjadi misteri dan dalam proses penyelidikan mendalam. “Penyebab kematian masih dalam penyelidikan,” jelasnya.

Pihak kepolisian telah melakukan serangkaian langkah krusial, termasuk mendatangi dan mengamankan TKP, mencatat keterangan saksi-saksi yang ada, membawa jenazah korban ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk pemeriksaan lebih lanjut, melakukan dokumentasi lengkap, serta menyusun laporan resmi untuk diteruskan kepada pimpinan.

Dalam keterangan persnya, Kapolsek Binawidya juga menyampaikan himbauan yang sangat serius kepada masyarakat. “Kami sangat prihatin dengan kejadian ini.

Kami mengimbau seluruh masyarakat, terutama para remaja dan individu yang mungkin berada dalam situasi sulit, untuk tidak pernah berpikir melakukan tindakan aborsi yang melanggar hukum dan norma agama.

Jika menghadapi masalah, carilah solusi yang bertanggung jawab dan legal. Jangan sampai tragedi seperti ini terulang kembali,” tegasnya dengan nada prihatin namun tegas.

Beliau juga secara khusus menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi dan membimbing anak-anak mereka.

“Mari kita tingkatkan pengawasan dan komunikasi dengan anak-anak kita. Berikan pemahaman yang benar mengenai pergaulan dan konsekuensi dari setiap tindakan,” pesannya.

 

Polsek Binawidya berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini hingga tuntas, mengungkap pelaku, dan membawa keadilan bagi korban. Masyarakat diminta untuk tetap tenang, tidak terpancing isu yang belum jelas kebenarannya, dan segera melaporkan informasi apa pun yang relevan kepada pihak kepolisian guna membantu kelancaran proses investigasi.

 

 

Editor: Joni.H.Tanjung