Mitrariau.com Siak, Riau – Kawanan gajah liar telah merambah kawasan perumahan karyawan PT Arara Abadi di Distrik Tapung, Kampung Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, dengan aktivitas yang berlangsung dari Sabtu (21/2) dini hari hingga Minggu (22/2) pagi. Peristiwa ini menimbulkan kerusakan pada bangunan mess security serta tiga unit kendaraan roda dua milik karyawan.
Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H., dengan tegas menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama dalam menangani kejadian ini. Dirinya membenarkan informasi yang beredar dan menjelaskan bahwa pihak kepolisian segera mengambil langkah antisipasi.
“Kami langsung melakukan pemantauan serta koordinasi erat dengan perusahaan dan pihak terkait untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali,” ujarnya kepada wartawan pada hari Minggu.

“Seperti yang dilaporkan oleh Kapolsek Minas, KOMPOL Syahrizal, S.E., S.H., M.Si., tepatnya sekitar pukul 07.00 WIB, kawanan gajah berjumlah sekitar 11 ekor memasuki area perumahan karyawan,” jelas AKBP Sepuh. “Hewan tersebut sempat mendorong bahkan merobohkan tembok dinding mess security, sekaligus merusak tiga unit sepeda motor yang terparkir di lokasi tersebut.”
Dirinya juga membongkar kronologi kejadian yang telah berlangsung lebih awal. “Rangkaian peristiwa sudah mulai sejak Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, ketika kawanan gajah pertama kali terdeteksi berkeliaran di sekitar area konsesi perusahaan,” ungkapnya.
Kondisi akhirnya kembali tenang dan kondusif setelah pukul 09.30 WIB, ketika seluruh gajah berhasil kembali ke habitat alaminya di kawasan hutan dan meninggalkan permukiman karyawan.
“Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” tegas Kapolres Siak. “Namun kami tetap mengimbau seluruh masyarakat dan pihak perusahaan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah yang berbatasan langsung dengan habitat satwa liar.”

Ia menekankan komitmen polisi terhadap keselamatan masyarakat. “Kami mengutamakan langkah pencegahan dan keselamatan warga. Personel di lapangan terus berkoordinasi dengan perusahaan serta stakeholder terkait untuk melakukan pemantauan lanjutan, sehingga potensi konflik antara manusia dan satwa dapat diminimalisir secara maksimal,” jelasnya.
AKBP Sepuh juga menjelaskan bahwa fenomena masuknya gajah ke area permukiman memiliki dimensi yang lebih luas. “Ini bukan hanya persoalan keamanan, melainkan juga berkaitan erat dengan dinamika ekosistem dan ruang jelajah satwa yang semakin beririsan dengan aktivitas manusia,” tandasnya.

Oleh karena itu, pendekatan yang diterapkan tidak bersifat represif semata. “Kami lebih mengedepankan upaya mitigasi dan langkah preventif.
Kami mengajak seluruh pihak , masyarakat dan perusahaan,untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kepanikan atau membahayakan satwa. Jika kembali terjadi pergerakan gajah, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani secara terukur,” pungkasnya.
Saat ini, jajaran Polsek Minas bersama berbagai unsur terkait masih melakukan pemantauan ketat di sekitar lokasi kejadian, memastikan keamanan seluruh warga serta kelancaran aktivitas perusahaan tetap berjalan normal.
Sumber : Humas polres Siak
Editor : Joni.H.Tanjung
















