GERAK CEPAT POLRESTA PADANG! 500 Prajurit Biru + Alat Berat ‘Turun Tangan’ Hapus Jejak Banjir Bandang di Pauh & Cupak Tangah”

 

Mitrariau.com,Padang, Sumatra Barat – 3 Desember 2025 – Kata “tunggu” tidak ada di kamus Polresta Padang hari ini. Segera setelah arus banjir bandang mulai surut di Kota Padang, jajaran kepolisian di bawah pimpinan Kapolresta Kombes Pol Apri Wibowo, S.I.K., M.H., langsung bergerak cepat membantu warga terdampak—khususnya di Kecamatan Pauh dan Cupak Tangah yang menjadi titik kerusakan paling parah.

Tak sampai matahari terbit penuh, sejak jam 05.30 pagi, sekitar 500 personel dari berbagai satuan (Reserse, Brimob, dan Satgas Penanggulangan Bencana) telah diterjunkan ke lokasi. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu: membersihkan lumpur tebal yang menutupi lantai rumah hingga ketinggian lutut, mengangkat batu-batu besar yang menutup jalan utama, dan membersihkan kayu-kayu terpotong yang terjepit di pagar atau atap.

Beberapa petugas bahkan sempat membantu menyelamatkan barang-barang berharga yang hampir tenggelam lumpur sebelum terlambat.

Aksi pembersihan ini dirancang sebagai langkah cepat pemulihan pascabencana. Data sementara dari Dinas Penanggulangan Bencana Kota Padang mencatat, lebih dari 200 rumah dan 5 fasilitas umum (posyandu, masjid, dan ruang kelas SD) tertimbun material akibat arus banjir yang kuat—yang disebabkan oleh hujan lebat selama 48 jam berturut-turut.

Tanpa gerakan cepat dari Polresta, warga akan sulit kembali ke rumah dan akses bantuan makanan serta obat-obatan akan terhalang sepenuhnya.

Untuk mempercepat pengerjaan di titik-titik yang kerusakannya parah dan sulit dibersihkan secara manual, Polresta Padang juga segera mendatangkan 3 unit ekskavator dan 4 truk pengangkut.

Ekskavator digunakan untuk mengangkat batu dan kayu besar, sedangkan truk membawa lumpur dan sampah ke tempat pembuangan terpadu di pinggiran kota. “Dengan alat berat, pekerjaan yang biasanya butuh 3 hari bisa selesai dalam sehari—itu dampak dari gerak cepat yang kita lakukan,” ungkap Brigadir Adi, salah satu petugas yang bekerja di Kecamatan Cupak Tangah.

Di tengah kesibukan, Kapolresta Kombes Apri Wibowo sempat berbicara langsung dengan warga dan menegaskan komitmen: “Kepolisian akan tetap berada di lapangan 24 jam giliran—tanpa jeda—sampai semua jalan terbuka, rumah warga bersih, dan aktivitas warga bisa berjalan normal lagi. Gerak cepat kita ini untuk membuktikan bahwa kita ada di samping masyarakat.”

Ia juga segera mengirimkan pesan waspada: “BMKG menyebutkan potensi cuaca ekstrem masih ada. Mari kita tetap waspada, periksa saluran air, dan selalu ikuti informasi dari instansi resmi. Jika butuh bantuan, hubungi Polresta langsung—kita akan cepat datang.”

Kehadiran polisi yang bergerak cepat tidak hanya mempercepat pekerjaan, tapi juga membuat warga lega. “Kita merasa diselamatkan. Melihat mereka bekerja keras sejak pagi, kita tahu bahwa kita tidak sendirian menghadapi ini,” ujar Bapak Hasan, warga Kecamatan Pauh yang rumahnya tertimbun lumpur setinggi pinggang.

 

Editor: Joni.H.Tanjung