Mitrariau.com,Mandailing Natal – Personel Kodim 0212/Tapanuli Selatan kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Minggu (2/11/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Tim gabungan menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi sarang aktivitas tambang ilegal, seperti aliran Sungai Lubuk Larangan Desa Banjar Melayu, Desa Jambur Baru, dan Desa Sipogu di Kecamatan Batang Natal. Tak ketinggalan, Desa Pulau Padang (M3) dan Desa Perbatasan di Kecamatan Lingga Bayu juga menjadi target penertiban.
Meskipun tidak menemukan aktivitas penambangan yang sedang berlangsung, petugas mendapati sejumlah peralatan yang ditinggalkan para penambang ilegal, seperti box, mesin dompeng, dan tenda. Tanpa ampun, petugas langsung memusnahkan barang-barang tersebut dengan cara dibakar di tempat, sebagai peringatan keras bagi para pelaku PETI.

Komandan Kodim 0212/TS, Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E., M.M., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen TNI dalam mendukung Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal untuk memberantas aktivitas penambangan ilegal yang merusak lingkungan.
“Ini merupakan salah satu upaya yang kita lakukan agar masyarakat tidak lagi melakukan aktivitas penambangan tanpa izin. Ini juga bentuk komitmen dan dukungan Kodim 0212/TS terhadap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dalam pemberantasan PETI,” tegas Letkol Delli Yudha.
Dandim juga menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi dan pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui pendekatan persuasif maupun penegakan aturan di lapangan.
“Kami berharap masyarakat memahami dampak buruk dari aktivitas PETI terhadap lingkungan dan kehidupan sosial. TNI akan terus hadir untuk memastikan kegiatan semacam ini tidak terulang lagi,” pungkasnya.
Langkah tegas ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku PETI dan mendorong masyarakat untuk beralih pada kegiatan ekonomi yang legal dan berkelanjutan, demi menjaga kelestarian alam Mandailing Natal.
Biro : Magrifatulloh
Editor: Joni.H.Tanjung
















