Bangkinang (MITRARIAU.COM)- Aliansi Mahasiswa Kampar Pekanbaru (AMK-P) melakukan aksi demo pada hari Rabu tanggal 29 Oktober 2025 pukul 14.15 wib dimana aksi damai tersebut di lakukan oleh (AMK-P) di depan gerbang kompleks perkantoran Bupati Kampar.
Adapun tuntutan aksi mahasiswa tersebut adalah :
1. Menuntut dan mendesak bupati kampar segera memberikan kepastian atas pertanggung jawaban dan janji saat mediasi aksi sekitar bulan Juli 2025 yang lalu bersama Bu Wakil Bupati Misharti, S.Ag, M.Si mengenai beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dan tidak mampu, yang kini belum memiliki kejelasan realisasinya,
2. Mendesak dan menuntut Pemda Kampar untuk merevitalisasi Asrama Kampar Pekanbaru.
3. Segera menerbitkan kebijakan dan mekanisme resmi penyaluran beasiswa melalui Peraturan Bupati (Perbup) atau Keputusan Bupati, agar program beasiswa memiliki dasar hukum yang kuat serta menjamin pemerataan dan keadilan bagi seluruh mahasiswa Kampar.
4. Libatkan mahasiswa dan perwakilan kampus asal Kampar dalam proses verifikasi, pendataan, dan pengawasan beasiswa, guna memastikan transparansi serta mencegah penyalahgunaan dan ketidakadilan penerimaan.
5. Bupati dan DPRD Kampar harus membuka ruang dialog terbuka bersama mahasiswa Kampar untuk membahas solusi konkret serta menetapkan jadwal pasti realisasi beasiswa tahun 2025
Massa aksi ini dilakukan di depan Kantor Bupati Kampar dan kawan-kawan mahasiswa langsung menyampaikan orasinya yang berapi-api oleh Orator Supriadi dan Muhammad Wahyudi serta M.Ihksan tentang “Beasiswa Kampar” dan massa aksi tersebut juga membawa spanduk yang bertuliskan ” Bupati Gagal, Banyak Jonji, Jan Banyak Cito Bual.”Menagih Janji Bupati Kampar”, Mano Beasiswa, Tolong Beasiswa Kami Tek Pemerintah ”
Sekira jam 14.50 wib Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos, MT menjumpai massa aksi dan melakukan dialog dan audiensi dengan para mahasiswa dimana para Mahasiswa Menyampaikan :
1. Sesuai yang kami lakukan audiesi bersama Wakil Bupati Kampar Hj. Misharti, S.Ag. M.Si, bahwasanya beliau berjanji memberikan beasiswa kepada mahasiswa Kab.Kampar akan tetapi sampai saat ini belum ada direalisasikan,
2. Kami masih menunggu yang disampaikan oleh wakil bupati kampar yang sampai saat ini belum direalisasikan,
3. Kata Bapak Bupati bahwasanya Kab. Kampar layak anak, apa bapak tidak mengetahui dengan kasus perundungan anak saya di pondok pesantren yang membuat anak saya mengalami trauma dan cedera di kepalanya dan Sampai saat ini pelaku tidak ada di proses dan kasus ini pun tak kunjung diselesaikan.
Dalam dialog atau audiensi tersebut Bupati Kampar menyampaikan “Saya ucapkan terimakasih kepada mahasiswa bahwasanya mahasiswa adalah sebagai pemberi kritik terhadap kinerja pemerintahan supaya pemerintahan bisa berjalan dengan baik”
Mengenai beasiswa APBD tahun 2025 merupakan produk perencanaan di tahun 2024 memang tidak ada untuk beasiswa akan tetapi saya sudah membuat keputusan dan menghubungi BAZNAS kita diskusi berikan beasiswa kepada para santri, berikan beasiswa kepada para masyarakat miskin melalui dana BAZNAS sesuai aturan berlaku alhamdulillah pada tahun (2025) ini dapat dibagikan lebih kurang 1 M (Satu Milyar Rupiah) dari BAZNAS itu atas diskusi kita (Pemda Kampar) dengan BAZNAS Kampar.
Saya tekankan pada tahun 2026 bahwasanya beasiswa akan menjadi prioritas dan sudah kami masukkan ke APBD Kampar tahun 2026.
Terkait Perlindungan Perempuan dan Anak Kami memilik wakil bupati perempuan oleh sebab itu kami akan melakukan perlindungan anak dan perlindungan perempuan sehingga kasus-kasus seperti perundungan ini tidak terjadi dan tidak terulang lagi.
Dalam hal dialog dan audiensi ini sempat terjadi perdebatan sengit antara mahasiswa dengan Bupati Kampar dimana para mahasiswa tersebut ingin dan agar Bupati Kampar menandatangani tuntutan dari Mahasiswa yang telah mereka persiapkan.
Setelah Mahasiswa melakukan sholat Ashar berjamaah di depan gerbang kompleks perkantoran Bupati Kampar, para mahasiswa melanjutkan aksi tersebut ke Balai Bupati Kampar untuk menemui Bupati dalam aksi lanjutan ini para Mahasiswa memberikan ultimatum kepada Bupati Kampar sampai tanggal 03 November 2025 untuk menunggu respon Bupati Kampar dan apabila tuntutan tidak dipenuhi kami akan membawa massa yang lebih banyak lagi. Aksi damai ini berakhir dan bubar secara tertip sekira jam 17.00 wib. (Ajmp)
Editor: Aditya Fajar Octama









