Mitrariau. com, Bengkalis, Riau – Desa Hutan Panjang, Bengkalis, tidak main-main dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan peduli terhadap kebutuhan perempuan dan anak. Tanggal ini, desa tersebut menggelar kegiatan Pelatihan Implementasi Desa Ramah Perempuan dan Anak yang juga diisi dengan pembentukan Relawan SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) – kelompok khusus yang menjadi garda terdepan perlindungan di lapangan.
Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai komponen masyarakat itu dirancang sebagai langkah krusial untuk meningkatkan pemahaman perangkat desa, kader, dan warga mengenai pentingnya perlindungan serta pemberdayaan perempuan dan anak. Tujuan utamanya: menjadikan Desa Hutan Panjang tempat yang bebas kekerasan dan ramah bagi semua kalangan.
Di antara hadirin yang penuh antusias adalah Ketua BPD, Sekretaris Desa, Pendamping Ekonomi, Pendamping Pembangunan, narasumber, guru TK-PAUD, serta banyak ibu-ibu masyarakat. Narasumber membagikan materi lengkap, mulai dari strategi pencegahan kekerasan, cara menyediakan layanan bagi korban, hingga pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat.
Titik terpenting dari acara ini adalah lahirnya Relawan SAPA. Kelompok ini akan bertugas memberikan edukasi, pendampingan, dan menjadi mitra desa dalam menangani segala isu yang menyangkut perempuan dan anak. Mereka diharapkan bisa merespons cepat jika ada permasalahan di lapangan, sehingga tidak ada kasus yang terlewat atau tertunda.
Pemerintah desa menyambut gembira terbentuknya relawan ini. Menurut mereka, keberadaan SAPA akan memperkuat sistem perlindungan sosial dan meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya melindungi kelompok rentan ini.
Kegiatan hari ini diharapkan menjadi awal dari program-program lanjutan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Dengan demikian, Desa Hutan Panjang berharap bisa menjadi contoh desa yang benar-benar responsif, aman, dan ramah bagi seluruh warganya – tanpa terkecuali.
Biro : Eljhon
Editor: Joni. H. Tanjung









