Musibah Tanah Longsor Terjang Empat Penambang Emas Tradisional Disolok Selatan:Kapolres AKBP Andreanaldo Terus Tegas Tertibkan Peti!

Tebing Galian Tidak Terawat Longsor Dini Hari — Korban Warga Lokal, Evakuasi Berlangsung Sulit di Lokasi Terpencil!

Mitrariau .com,Solok Selatan – Musibah yang sangat menyedihkan menimpa warga Kabupaten Solok Selatan. Pada Selasa dini hari, 6 Oktober 2026, empat orang penambang emas tradisional tewas tertimbun longsor di kawasan Sungai Paik Hulu, Pamong Gadang, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir.

Tanah dan bebatuan yang menimbun korban merupakan hasil galian yang mengabaikan aspek keselamatan, sehingga membuat bagian bawah perbukitan menjadi tidak stabil dan akhirnya longsor.

Waktu Kejadian
⏰ 01.00 WIB, 6/10/2026 Empat korban sedang bekerja mengambil material di area tebing terjal. Tiba-tiba tebing longsor dan menimbun korban
⏰ Sekitar 05.00 WIB Korban berhasil dievakuasi oleh sesama pendulang — lokasi jauh di dalam hutan, akses sangat sulit
📍 Lokasi Sungai Paik Hulu, Pamong Gadang, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Solok Selatan

Identitas Korban :
🕊️ Defriadi (40) — Warga Jorong Kampuang Dalam, Nagari Lubuk Gadang Utara
🕊️ Rafli (35) — Warga Jorong Sariak Taba, Nagari Lubuk Gadang
🕊️ Dani (25) — Warga Jorong Sungai Aro, Nagari Lubuk Gadang Timur
🕊️ Zul Fatrianto (35) — Warga Jorong Sungai Aro, Nagari Lubuk Gadang Timur

Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT, ditempatkan di tempat terbaik, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan yang luar biasa. Aamiin

Pernyataan Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi.S.H.,S.I.K.M.H menjelaskan”Saat mereka sedang bekerja mengambil material di tebing yang terjal, tiba-tiba longsor terjadi dan langsung menimbun keempat korban.

Rekan yang ada di sekitar sempat berupaya menolong, namun ketebalan material tanah dan batu membuat nyawa mereka tidak tertolong. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk keluarga korban.”

“Kami menyadari ini adalah musibah yang memilukan. Pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian anggota keluarga mereka dan menganggap ini sebagai musibah saat mencari nafkah.

Namun peristiwa ini juga menjadi pelajaran berharga bahwa penambangan tanpa izin yang mengabaikan keselamatan sangat berisiko.”

“Selama ini kami terus aktif melakukan penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Memang tantangannya besar — lokasi tersebar, jauh di dalam hutan, dan terisolasi.

Namun hingga Oktober 2026, kami telah melakukan razia ke belasan lokasi.

Pembakaran pondok liar, penyitaan peralatan, dan penegakan hukum terus kami lakukan secara konsisten.

Kami tidak akan berhenti — keselamatan warga dan kelestarian lingkungan adalah prioritas kami.”

Pesan Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi.,S.H.S.I.K.M.H untuk musibah Ini:
Penambangan Tanpa Izin = Sangat Berbahaya — Tidak ada pengawasan, tidak ada standar keselamatan
🏔️ Galian Tanpa Aturan = Bencana Menanti — Tebing tidak stabil bisa longsor kapan saja
🤝 Kami Hadir untuk Melindungi — Penertiban PETI demi keselamatan warga, bukan menghalangi rezeki
📞 Lihat Aktivitas Mencurigakan? Laporkan! — Bersama kita cegah musibah sebelum terjadi

“Rezeki yang Selamat Lebih Baik dari Rezeki yang Berisiko.

Mari Kita Kerja Sama — Cegah PETI, Selamatkan Nyawa, Lindungi Alam.

Turut Berduka Cita, Semoga Semua Diberi Kekuatan.” 🤲

#BerdukaCitaSolokSelatan #MusibahLongsorTambang #CegahPETI #KeselamatanKerjaPrioritas #SolokSelatanBerduka #PenertibanPETI #PoldaSumbar #LindungiWargaDanAlam

Sumber:Kapolres Solok Selatan
Editor:Joni.H.Tanjung