PADANG — Di bawah arahan dan pimpinan Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Induk V dari Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat melaksanakan kegiatan silaturahmi dan pendekatan humanis bertajuk “Polantas Menyapa Tertib Berlalu Lintas” kepada para pengemudi/supir di pangkalan kendaraan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata pendekatan persuasif dan preventif yang diusung pimpinan Dirlantas Polda Sumbar.
Pendekatan Humanis, Bukan Sekadar Penindakan
Berbeda dengan pola penegakan hukum yang bersifat represif, kegiatan ini mengutamakan dialog, komunikasi dua arah, serta penyampaian pesan keselamatan secara kekeluargaan. Personel Polantas duduk bersama para supir di pangkalan, berbincang santai, mendengar kendala yang dihadapi di lapangan, sekaligus menyampaikan imbauan tertib berlalu lintas dan pentingnya keselamatan berkendara.
Kegiatan ini sejalan dengan visi pimpinan Dirlantas Polda Sumbar di bawah Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq, yaitu membangun hubungan harmonis antara institusi kepolisian dengan masyarakat pengguna jalan — khususnya pelaku transportasi yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat sehari-hari.
“Kehadiran kami di tengah para supir bukan untuk menakut-nakuti atau menindak, melainkan untuk hadir, mendengar, dan mengajak bersama menciptakan budaya tertib lalu lintas. Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas kepolisian semata.”
Tujuan Kegiatan
1. Membangun kedekatan dan kepercayaan antara Polantas dengan para supir dan masyarakat;
2. Menyampaikan imbauan keselamatan — memakai helm/sabuk pengaman, tidak melawan arus, tidak mengemudi di bawah pengaruh alkohol, serta mematuhi batas kecepatan;
3. Menampung aspirasi dan keluhan para supir terkait kondisi jalan, peraturan, maupun pelayanan lalu lintas;
4. Mengurangi pelanggaran dan angka kecelakaan melalui pendekatan edukatif sejak dini.
Komitmen Pimpinan
Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus digalakkan secara berkelanjutan di seluruh wilayah jajaran. Pendekatan humanis dinilai jauh lebih efektif untuk menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas dibandingkan sekadar penindakan semata.
“Kami ingin masyarakat merasa bahwa Polantas adalah mitra yang melindungi dan melayani, bukan pihak yang hanya datang saat ada pelanggaran. Ketika kesadaran tumbuh dari hati, kepatuhan terjadi secara sukarela, dan kecelakaan dapat kita tekan semaksimal mungkin.”
Harapan & Dampak
Melalui kegiatan “Polantas Menyapa Tertib Berlalu Lintas” ini, diharapkan para supir — sebagai garda terdepan di jalan raya — dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, sekaligus menyebarluaskan pesan-pesan keselamatan kepada rekan-rekan lainnya. Terciptanya lingkungan lalu lintas yang aman, tertib, dan nyaman adalah tujuan akhir yang ingin dicapai bersama-sama.
Kegiatan berjalan dengan hangat, penuh keakraban, dan disambut antusiasme tinggi dari para supir di pangkalan.
Editor:Vani













