Rilis Pres Resmi!! Polres Siak Tuntaskan Penyelidikan Kasus Kematian Dr.Alek Cristo Loris – Kesimpulan: Korban Meninggal Akibat Perbuatan Sendiri!!

Rilis Pres Resmi!! Polres Siak Tuntaskan Penyelidikan Kasus Kematian Dr.Alek Cristo Loris - Kesimpulan: Korban Meninggal Akibat Perbuatan Sendiri!!

Mitrariau.com,Siak, Riau — Setelah menjalankan rangkaian penyelidikan ilmiah, mendalam, dan transparan, Polres Siak hari ini mengumumkan hasil kesimpulan resmi terkait kasus penemuan jenazah almarhum dr. Alex Cristo Loris.

Berdasarkan seluruh hasil penyelidikan, pemeriksaan saksi, hasil autopsi, laboratorium forensik, pemeriksaan rekaman CCTV, hingga pendalaman aspek psikologis, penyidik menyimpulkan tidak ditemukan unsur pembunuhan. Penyebab kematian almarhum adalah akibat perbuatannya sendiri.

Konferensi pers pengungkapan hasil kasus dipimpin langsung oleh Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H., bersama Kasat Reskrim Polres Siak AKP Dr. Raja Kosmos Parmulais, S.H., M.H., didampingi Ahli Madya Bidokkes Polda Riau, Kabid Labfor Polda Riau, serta Ahli Psikologi Forensik Universitas Islam Riau.

Jenazah almarhum ditemukan pada Selasa, 14 Juli 2026 sekira pukul 11.30 WIB di semak belukar sekitar 5 meter dari pagar luar RSUD Tengku Rafian Siak, Jalan Raja Kecik, Kecamatan Siak.

Sejak laporan diterima, penyidik segera melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, memeriksa rekaman CCTV dari dua sumber, mendalami keterangan 14 orang saksi, serta melibatkan tim ahli guna memastikan kebenaran secara objektif dan akuntabel.

Berdasarkan hasil penyelidikan terungkap:

– Rekaman CCTV menunjukkan korban berjalan seorang diri menuju lokasi pada malam sebelum ditemukan meninggal; tidak terlihat adanya orang lain yang mendampingi.
– Di dekat jenazah ditemukan tas berisi perlengkapan medis dan obat-obatan anestesi, termasuk zat aktif Rocuronium Bromide.
– Hasil autopsi menunjukkan bekas suntikan pada punggung tangan kiri korban. Pemeriksaan toksikologi mengonfirmasi kandungan Rocuronium dalam darah, urine, dan ginjal korban, yang menyebabkan kelumpuhan total otot pernapasan sehingga korban mengalami mati lemas (asfiksia).
– Hasil uji DNA pada jarum suntik berdarah identik dengan DNA korban.
– Pemeriksaan perangkat genggam menemukan pesan yang belum terkirim kepada istrinya: “Maaf sayang, aku udah enggak tertolong lagi,” serta riwayat persoalan keuangan.
– Pemeriksaan psikologi forensik menunjukkan korban menanggung tekanan psikologis akibat akumulasi persoalan finansial, beban pendidikan dokter spesialis (PPDS), serta tanggung jawab keluarga. Pengetahuan dan akses terhadap obat anestesi yang dimiliki korban turut menjadi faktor penyebab.

Seluruh alat bukti saling melengkapi dan menguatkan satu kesimpulan: tidak ditemukan fakta yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan.

KAPOLRES SIAK AKBP SEPUH ADE IRSYAM SIREGAR, S.H., S.I.K., M.H.menerangkan“Penyelidikan ini kami jalankan secara teliti, menyeluruh, dan berbasis ilmu pengetahuan serta keahlian para ahli, guna mengungkap kebenaran yang sesungguhnya secara objektif dan akuntabel.

Seluruh alat bukti telah kami rangkum secara utuh dan saling menguatkan.

Dari rangkaian fakta yang terungkap, kami menyimpulkan bahwa tidak ada unsur tindak pidana pembunuhan. Almarhum meninggal dunia akibat perbuatannya sendiri.

Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar almarhum dr. Alex Cristo Loris. Semoga almarhum beristirahat dengan tenang di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kepada seluruh masyarakat, kami mohon dengan hormat untuk menghormati duka dan privasi keluarga, tidak menyebarkan informasi yang belum teruji kebenarannya, serta tidak menyebarkan spekulasi yang dapat menyakiti keluarga dan mengganggu ketertiban umum.

Kepercayaan masyarakat adalah amanah kami, dan kebenaran adalah yang selalu kami kedepankan.”

SETETMEN KASAT RESKRIM POLRES SIAK AKP Dr. RAJA KOSMOS PARMULAIS, S.H., M.H.menjelaskan“Penyelidikan kami laksanakan dengan ketelitian dan kesungguhan penuh.

Melalui olah TKP, pemeriksaan rekaman CCTV, hasil autopsi, uji laboratorium forensik, pemeriksaan perangkat digital, hingga pendalaman aspek psikologis, seluruh fakta saling melengkapi dan memperkuat kesimpulan yang kami sampaikan hari ini.

Ditemukan bukti-bukti kuat bahwa obat yang menyebabkan kematian digunakan oleh korban sendiri, dan tidak ada jejak pihak lain yang mendampingi atau memaksakan tindakan tersebut.

Aspek psikologis juga memperlihatkan beban berat yang sedang dihadapi almarhum. Semua ini menjadi rangkaian fakta yang utuh dan saling menguatkan.

Kami berharap hasil penyelidikan ini dapat dipahami dengan bijak oleh seluruh pihak.

Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan mental dan saling peduli terhadap sesama, terutama mereka yang sedang menanggung beban hidup berat.

Jangan ragu untuk mencari bantuan dan berbicara apabila merasa tidak sanggup lagi menanggung beban sendirian.

Hidup itu berharga, dan kita tidak pernah benar-benar berjuang sendirian.”

Kebenaran akhirnya terungkap berkat kerja keras, ketelitian, dan sinergi erat antara penyidik, tim dokter forensik, laboratorium forensik, ahli psikologi, serta keterbukaan para saksi.

Polres Siak menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penyelidikan berjalan transparan dan berbasis fakta ilmiah.

Semoga hasil ini menjadi penutup yang menenangkan bagi keluarga almarhum sekaligus menjadi pengingat berharga: betapa pentingnya kita saling hadir, saling mendengar, dan saling menguatkan di tengah beratnya perjuangan hidup.

#RilisResmiPolresSiak #KebenaranTerungkap #PolriPresisiDanTerpercaya #PeduliKesehatanMental

Sumber: Kasatreskirim Polres Siak
Editor: Joni.H.Tanjung

Berita Lainnya