Hampir 50.000 Orang Padati Deklarasi Akbar: Sumbar Bersatu Tolak Narkoba dan LGBT Demi Generasi Berakhlak

Hukrim468 Dilihat

PADANG, 21 Juni 2026 – Suara seruan lantang “Bersama kita musnahkan narkoba dan LGBT di Sumatera Barat” bergema di Kota Padang, Minggu pagi. Hampir 50.000 orang yang terdiri dari unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, mahasiswa, hingga elemen masyarakat luas berkumpul dalam Deklarasi Akbar Masyarakat Sumbar: Tolak Narkoba dan LGBT Demi Generasi Berakhlak dan Berbudaya. Kegiatan ini digagas oleh Polda Sumatera Barat, didukung penuh BNNP Sumbar, pemerintah daerah, serta berbagai organisasi kemasyarakatan seperti KBRC Keluarga Besar Rang Caniago dan Majelis Taklim se‑Kecamatan.

Lapangan lokasi kegiatan tampak berwarna‑warni dengan atribut adat dan spanduk berisi pesan tegas: “Stop Narkoba”, “Stop LGBT”, “Stop Bullying”, “Bersama Kita Musnahkan Narkoba & LGBT di Sumbar”. Peserta berdatangan dari berbagai kabupaten/kota di Ranah Minang, mengenakan pakaian adat, berbaris rapi dan kompak menyuarakan komitmen menjaga kelestarian nilai hidup Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS‑SBK).

Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA, hadir langsung dan memimpin momen deklarasi. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa deklarasi ini tidak boleh berhenti sekadar seremonial, melainkan harus diwujudkan dalam langkah nyata, terukur, dan berkelanjutan.

“Ancaman narkoba dan penyimpangan nilai sosial tidak bisa ditangani satu pihak saja. Ini butuh pertahanan bersama dari hulu ke hilir. Polda Sumbar akan memperkuat penegakan hukum dan pencegahan, mulai dari pembentukan Kampung Bebas Narkoba, penguatan regulasi daerah, hingga kolaborasi lintas‑sektor bersama BNNP, Pemda, lembaga adat, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Kapolda di hadapan puluhan ribu peserta.

Perwakilan unsur adat dan agama juga turut menyampaikan sikap tegas. Mereka menilai kedua ancaman tersebut merusak tatanan kehidupan, mengancam masa depan generasi muda, serta bertentangan dengan jati diri budaya Minangkabau dan ajaran agama. “Kami akan aktif di lingkungan nagari, surau, dan sekolah untuk menyosialisasikan bahaya narkoba serta pentingnya menjaga norma kesusilaan,” ujar salah satu tokoh adat.

Selain penandatanganan naskah deklarasi bersama, kegiatan diisi dengan doa bersama, orasi keagamaan, penampilan seni budaya, serta kampanye pencegahan narkoba dan kenakalan remaja. Pihak kepolisian juga membuka stan layanan informasi dan edukasi, menjelaskan mekanisme pelaporan aman bagi warga yang menemukan indikasi peredaran narkoba maupun penyimpangan sosial.

Deklarasi akbar ini menjadi tonggak persatuan baru di Sumatera Barat: puluhan ribu warga, aparat, dan pemangku kepentingan bersepakat menjadikan provinsi ini wilayah yang aman, bersih dari narkoba, bermartabat, dan menjunjung tinggi nilai luhur agama serta adat istiadat demi terciptanya generasi penerus yang sehat, berakhlak, dan berbudaya.

Editor(Aidil)