Mitrariau.com,Rokan hulu ,Riau – Menjaga konsistensi dukungan terhadap program strategis ketahanan pangan nasional, jajaran Polsek Bonai Darussalam terus bergerak turun ke lapangan memantau perkembangan komoditas pertanian unggulan.
Kamis (21/5/2026) sekira pukul 10.30 WIB, atas arahan langsung Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., M.Si., Kapolsek Bonai Darussalam IPTU Abdau Wardiyoso, S.Tr.K., M.H, memimpin langsung kegiatan pengecekan intensif lahan pertanian jagung pipil di RT 013 RW 002, Dusun III, Desa Pauh.
Beliau didampingi oleh Bhabinkamtibmas Desa Pauh, Aipda Jefri Sihombing, serta pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pauh.
Lahan seluas kurang lebih satu hektar ini dikelola secara profesional oleh BUMDes Pauh di bawah koordinasi Direktur BUMDes, Doni Imron Siregar. Menggunakan jenis benih unggul hibrida Pioneer P32 yang ditanam tepat pada tanggal 21 April 2026 lalu, saat ini tanaman jagung telah memasuki usia 30 hari.
Hasil pemantauan di lokasi menunjukkan bahwa secara umum kondisi tanaman tumbuh cukup baik, tegap, dan berwarna hijau segar dengan ketinggian rata-rata mencapai 15 hingga 25 sentimeter.
Lahan pertanian ini memanfaatkan tanah mineral hitam yang sangat subur dengan pasokan air yang cukup memadai bersumber dari kanal irigasi di sekitar area.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek dan Bhabinkamtibmas melakukan pemantauan mendalam sekaligus berdiskusi dan berkoordinasi intens dengan pihak pengelola lahan.
Tujuannya adalah memastikan setiap tahapan pertumbuhan berjalan optimal, standar perawatan terpenuhi, serta mengidentifikasi sejak dini segala potensi kendala yang mungkin menghambat produktivitas.
Meski pertumbuhan tanaman tergolong baik, di lapangan ditemukan satu kendala teknis yang cukup mengganggu.
Pengelola lahan melaporkan adanya gangguan dari unggas atau ayam yang berkeliaran dan memakan daun-daun muda jagung.
Akibatnya, sejumlah tanaman mengalami kerusakan parah, gagal berkembang, bahkan ada yang mati.
Merespons hal tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Pauh langsung mengambil langkah cepat dan solutif.
Bersama pihak BUMDes, disepakati langkah-langkah pengendalian populasi unggas dan pengamanan lahan agar gangguan serupa tidak terulang.
Hal ini sangat krusial dilakukan mengingat usia tanaman yang masih muda dan sangat rentan terhadap kerusakan.
Kapolsek Bonai Darussalam IPTU Abdau Wardiyoso, S.Tr.K., M.H, menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah kegiatan pertanian adalah bentuk nyata sinergitas dan dukungan penuh terhadap kemajuan ekonomi desa serta ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, peran Bhabinkamtibmas sangat vital sebagai jembatan yang menghubungkan kepentingan keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami tidak hanya datang melihat, tapi kami ada untuk mendampingi dan mencari solusi atas setiap masalah yang ada di lapangan. Kendala seperti gangguan hewan ini harus segera diatasi agar investasi dan kerja keras warga tidak sia-sia.
Program ketahanan pangan adalah prioritas, dan kami pastikan lahan binaan seperti milik BUMDes ini terawat, aman, dan menghasilkan panen yang melimpah. Sinergi antara aparat, pemerintah desa, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan pembangunan di desa,” tegas Kapolsek.
Direktur BUMDes Pauh, Doni Imron Siregar, sangat mengapresiasi perhatian dan langkah cepat yang diambil pihak kepolisian.
Menurutnya, kehadiran Kapolsek dan Bhabinkamtibmas memberikan semangat luar biasa dan rasa aman bagi pihak pengelola dalam mengembangkan potensi desa.
Kegiatan pemantauan dan koordinasi berlangsung dengan suasana kekeluargaan yang hangat, penuh semangat gotong royong, dan terpantau aman serta sangat kondusif hingga selesai. Polsek Bonai Darussalam berkomitmen untuk terus memantau perkembangan lahan ini hingga masa panen tiba.(Bustami NTs)
SUMBER: POLSEK BONAI DARUSSALAM
EDITOR: JONI.H.TANJUNG









