Banda Aceh – Polda Aceh bersama Universitas Syiah Kuala (USK) resmi menjalin kerja sama dengan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pembentukan dan Penyelenggaraan Pusat Riset Ilmu Kepolisian di kampus USK. Acara penandatanganan yang berlangsung di Ruang VIP Gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala pada Selasa (31/3/2026) menjadi tonggak penting dalam menguatkan kolaborasi antara institusi kepolisian dan dunia akademik untuk pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kepolisian.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. beserta jajaran pejabat utama Polda Aceh, serta Rektor USK Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A. bersama para wakil rektor, dekan dari berbagai fakultas, dan sejumlah akademisi terkemuka.
Penandatanganan PKS ini merupakan langkah strategis untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang lebih modern dan berbasis riset ilmiah. Melalui kajian data dan penelitian yang komprehensif, diharapkan profesionalisme Polri dapat terus ditingkatkan dengan mengacu pada temuan-temuan akademik yang terukur dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kapolda Aceh menyampaikan bahwa pusat riset yang akan dibangun tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengembangan ilmu kepolisian, tetapi juga sebagai laboratorium inovasi untuk menjawab berbagai tantangan keamanan dan ketertiban yang terus berkembang. “Kita perlu adaptasi yang cepat terhadap perkembangan teknologi, dinamika sosial, dan budaya masyarakat Aceh. Kolaborasi dengan USK akan menjadi pijakan kuat untuk menciptakan solusi kepolisian yang lebih cerdas dan humanis,” ujarnya.
Rektor USK Prof. Dr. Mirza Tabrani menambahkan bahwa kerja sama ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam mendukung tugas negara. “Kami berkomitmen untuk menyediakan sumber daya manusia dan fasilitas penelitian terbaik agar pusat riset ini dapat menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi pengembangan kepolisian dan kesejahteraan masyarakat Aceh,” jelasnya.
Dengan terjalinnya kemitraan yang erat ini, Polda Aceh dan Universitas Syiah Kuala optimis akan menciptakan ekosistem kolaboratif yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran akademik dalam mendukung upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Aceh.
Editor: Yheni












