Gerak Cepat Kapolsek Payung Sekaki Ke -TKP!!!Pria Buruh Ditemukan Tak Bernyawa di Pinggir Jalan,Tak Ada Tanda Kekerasan.

Mitrariau.com, Pekanbaru,Riau – Tanggap cepat dilakukan oleh Kapolsek Payung Sekaki setelah menerima laporan dari warga mengenai seorang pria yang ditemukan tidak bernyawa di kursi milik warga di Jalan Dharma Bakti, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, pada hari Kamis (19/02/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Korban yang telah meninggal dunia adalah Toni Ramadhan (31 tahun), lahir Pekanbaru pada 05 Februari 1995. Sebagai buruh SPTI, pria beragama Islam ini bertempat tinggal di Jalan Tabek Gadang, Perumahan Marwah 2.

Kronologi kejadian mulai terungkap sekitar pukul 13.30 WIB, ketika Depa Saputra (40 tahun), wirausahawan sekaligus karyawan Toko Harian Inara di lokasi yang sama, melihat Toni terbaring seolah tidur di depan kedainya.

Setelah berkali-kali memanggil namun tidak mendapatkan tanggapan, Depa segera memanggil Rudi (53 tahun), wirausahawan beragama Buddha yang tinggal bersebelahan.

Bersama-sama, kedua saksi mendekati Toni yang dalam posisi terlungkup dan menduga bahwa ia telah menghembuskan napas terakhir.

Tak berselang lama, AKP RAFIDIN L.GAOL SH, MM selaku Kapolsek Payung Sekaki, didampingi IPDA RESTU INANDA, SH sebagai Kanit Binmas, serta anggota Piket SPKT dan Piket Fungsi, langsung tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menangani kasus ini dengan tanggap dan terstruktur.

“Kami memberikan prioritas utama pada setiap laporan yang melibatkan keselamatan nyawa masyarakat.

Sejak menerima informasi dari warga pada pukul 14.00 WIB, tim kami langsung bergerak dan tiba di lokasi dalam waktu kurang dari 10 menit,” ujar AKP Rafidin dengan tegas saat memberikan keterangan di TKP.

“Prinsip kami adalah tanggap cepat, tanggung jawab penuh, dan penanganan sesuai aturan agar memberikan kepastian hukum serta rasa aman bagi masyarakat.”

Dengan gerak cepat, tim kepolisian melakukan serangkaian tindakan penting:

– Segera mendatangi TKP untuk memastikan situasi terkendali
– Menghubungi Tim INAFIS untuk pemeriksaan awal terhadap tubuh korban
– Mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian
– Memasang garis polisi (police line) untuk menjaga keutuhan bukti dan keamanan area
– Membuat laporan resmi secara rinci terkait kejadian
– Menghubungi pihak keluarga korban untuk memberikan informasi dan melakukan koordinasi

“Kami juga telah melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur, sekaligus memberikan dukungan terbaik bagi keluarga korban dalam menghadapi kehilangan ini,” tambah Kapolsek Rafidin.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh Toni Ramadhan. Berdasarkan temuan tersebut, pihak kepolisian menduga korban meninggal akibat penyebab sakit.

Pihak keluarga yang telah dihubungi kemudian menyampaikan penolakan terhadap pelaksanaan otopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi mengenai hal tersebut.

Rencana tindak lanjut yang akan dilakukan adalah melanjutkan komunikasi dengan keluarga korban serta menyusun Berita Acara Serah Terima Mayat untuk proses pemulangan jenazah.

 

Editor: Joni.H.Tanjung