
Pergaulan Sehat Menuju Akhirat
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, tanpa henti mempunyai insting dan fitrah selalu bergantung kepada manusia lain. Karena itu penting bagi manusia untuk memiliki teman dan menjalin hubungan sosial yang baik serta memilih pergaulan yang sehat dengan memilih pertemanan.
Pertemanan akan memengaruhi sifat dan sikap seseorang. Hal ini dapat kita maknai bahwa dengan memiliki lingkup pergaulan yang baik maka akan semakin banyak ilmu, hikmah serta manfaat yang diperoleh, begitupun sebaliknya.
Seperti yang kita ketahui pergaulan merupakan hubungan yang terjadi antara seseorang dengan orang lain yang berlangsung dalam jangka lama sehingga menyebabkan terjadinya sikap saling mempengaruhi satu sama lain. Hal ini memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk kepribadian seseorang, karena pergaulan yang terjadi akan mencerminkan diri, baik kepada pergaulan positif maupun pergaulan negatif. Salah satu dampak positif dari pergaulan adalah seorang remaja lebih banyak berteman, baik dalam kelompok usia maupun di masa dewasa.
Akibat dari pergaulan yang sehat bisa terjadi dengan diskusi dalam pertukaran ide, nilai-nilai positif, dan dukungan emosional yang membantu dalam perkembangan pribadi dan pertumbuhan bersama. Di sisi lain, pergaulan yang tidak sehat lebih cenderung mengarah kepada pergaulan bebas seperti yang marak terjadi pada saat ini yang merusak moral serta aqidah setiap orang tanpa rasa malu dan entah sampai kapan berujung perilaku yang negatif tersebut.
Memilih pergaulan yang baik tentunya merupakan sarana yang bisa diupayakan dalam meminimalisir pergaulan bebas. Oleh karena itu, perlu bagi seseorang untuk berteman dengan memilah teman yang shaleh, baik perkataan, perbuatan atau tingkah lakunya agar bisa menuntun kita kepada kebenaran, untuk bisa berteman sesuai norma-norma kemasyarakatan yang tidak bertentangan dengan hukum.
Maka disinilah letak pentingnya mempertimbangkan kualitas lingkungan pergaulan bukan hanya pada persoalan memperbanyak pertemanan.
Nabi Muhammad SAW pernah berpesan bahwa ukuran ketaatan seseorang bisa dilihat dari kualitas yang dimiliki pada temannya:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلْ
Artinya : “Dari Abu Hurairah dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, “Seseorang tergantung pada agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang dia jadikan sebagai teman dekat.” (H.R. Abu Dawud.)
Dari hadist tersebut bisa disimpulkan bahwa pertemanan bisa dilihat dari satu teman kepada teman lainnya, karena begitulah pergaulan yang sehat sama-sama mengajak kepada ketaatan kepada Allah tanpa membuat satu diantaranya berbeda, sehingga mustahil untuk memberikan celah untuk setan membuat sahabatnya lalai dalam mengingat Rabbnya.
Sebagai makhluk sosial manusia tak luput dari bertemu orang-orang setiap harinya, alangkah baiknya jika dalam proses belajar kita berteman dengan semua orang, karena berteman dengan berbeda orang pasti punya pengalaman dan pelajaran yang tentu juga berbeda. Tentunya dalam berteman kita juga harus bisa memilah teman yang membawa kepada hal-hal buruk atau hal-hal baik agar bisa waspada untuk menjauhi kebiasaan negatif teman agar jangan sampai ketularan.
Beberapa cara memilih teman yang baik:
1.Pilihlah teman yang taat beribadah
Pilihlah teman yang selalu bisa mengajak kita menuju kebaikan bukan sebaliknya, seperti teman yang selalu mengajak kita untuk kajian dan beribadah bersama. Jika seseorang selalu menjaga ibadahnya dengan baik, insyaallah untuk hal-hal kemungkaran dia sudah menjaga dirinya dari hal-hal negatif yang berdampak buruk bagi akhiratnya.
2.Pilihlah teman yang mengedepankan kejujuran
Berkata jujur adalah sesuatu yang penting dalam kehidupan. Sama halnya dengan berteman, manusia biasanya sangat membenci kebohongan, maka jauhilah teman yang suka berbohong. Pilihlah teman yang mengedepankan kejujuran agar kita pun terbiasa berkata dan berperilaku jujur.
3.Pilihlah teman yang bisa menjaga amanah dengan baik
Pilihlah teman yang dapat dipercaya dan amanah. Jika berteman dengan orang yang amanah kita akan merasa aman dan nyaman apabila mengamanahkan sesuatu kepadanya tanpa ada rasa khawatir sedikitpun, sehingga kita percaya bahwa dia tidak mungkin curang dan khianat untuk apa yang dititipkan.
4.Pilihlah teman yang selalu mengajak pada kegiatan bersifat positif
Faktanya teman yang berprilaku baik dapat menjadikan pribadi kita juga baik. Karena itu pilihlah teman yang bisa membuat kita taat kepada Allah dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif, misalnya sholat berjamaah, mengikuti kajian, puasa, tadarus, dan banyak hal lainnya.
5.Pilihlah teman yang senantiasa menjaga silaturahmi
Pilihlah teman yang selalu menciptakan kerukunan dan keharmonisan yang selalu menyambung tali silaturahmi dengan siapa saja.
Itu hanya beberapa dari banyak cara memilih teman yang baik, pertemanan juga tidak melulu dengan orang yang seusia tetapi tentu ada dalam pergaulan yang lebih tua umurnya ataupun paling kecil. Meskipun begitu dalam pergaulan haruslah bisa memiliki etika dengan berkata sopan santun, saling menghargai, dan saling menjaga tata krama dalam lingkaran pertemanan tersebut agar tidak menyakiti satu dengan lainnya.
Tulisan ini, disarikan dari mata kuliah Aqidah Islamiyah.
Penulis: Amrina Rasyada
Mahasiswa IQT STAIPIQ SUMATERA BARAT.









