Luar Biasa!! Kapolda Riau Turunkan Tim Ahli Psikologi SDM Selidiki Kondisi Mental Anak Pembunuh Orang Tua Sendiri di Polsek Pinggir!!

Kapolda Riau Turunkan Tim Psikologi SDM Selidiki Kondisi Mental Anak Pembunuh Orang Tua Sendiri di Polsek Pinggir!!

Mitrariau. com, Bengkalis,Riau – Kasus pembunuhan mengerikan yang mengguncang Desa Tasik Serai, Kecamatan Pinggir, kini memasuki babak baru. Pasca terungkapnya fakta bahwa pelaku adalah anak kandung dari korban, pihak kepolisian tidak hanya fokus pada bukti fisik, tetapi juga menggali sisi gelap psikologis pelaku.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., langsung mengerahkan tim ahli untuk membedah kondisi jiwa tersangka. Melalui Kepala Bidang Psikologi SDM Polda Riau, AKBP Dr. Winarko, M.Psi, tim turun langsung melakukan asesmen mendalam guna memetakan kondisi kejiwaan, stabilitas emosi, serta akar masalah psikologis apa yang sebenarnya terjadi hingga sang anak tega melukai nyawa orang tuanya sendiri.

Kedatangan tim psikologi tingkat daerah ini disambut langsung oleh Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si., didampingi oleh Kapolsek Pinggir AKP Agung Rama dan Kanit Reskrim Polsek Pinggir Iptu Donni Widodo Siagian di Mako Polsek Pinggir.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Dr. Winarko, M.Psi memberikan terkait langkah strategis yang diambil “Pemeriksaan ini kami lakukan secara mendalam untuk mengetahui kondisi mental dan psikologis tersangka secara utuh.

Kami akan melihat bagaimana stabilitas emosinya, pola pikirnya, serta faktor-faktor pemicu apa yang mungkin memengaruhi perilakunya hingga melakukan tindakan kriminal tersebut.

Hasil asesmen ini nantinya akan menjadi data penting dan bahan pertimbangan yang sangat berharga dalam proses hukum selanjutnya agar penanganan kasus ini benar-benar komprehensif dan objektif.”

Dalam prosesnya, tim ahli menerapkan standar metode ilmiah, mulai dari wawancara mendalam, observasi perilaku, hingga serangkaian tes psikologi standar.

AKBP Dr. Winarko, menjelaskan Tujuannya jelas: mendapatkan gambaran utuh mengenai apa yang sebenarnya berputar di pikiran tersangka sebelum dan saat melakukan aksinya.

“Langkah ini sangat krusial. Kami ingin memastikan proses hukum berjalan komprehensif, tidak hanya melihat dari sisi pelanggaran hukum, tetapi juga memahami kondisi mental pelaku secara utuh,” tambahnya.

Hasil dari pemeriksaan psikologi ini nantinya akan menjadi bahan pertimbangan vital dalam proses hukum selanjutnya.

Saat ini, tersangka masih diamankan di Polres Bengkalis dan terus menjalani serangkaian pemeriksaan intensif menunggu hasil analisis lengkap dari tim ahli.

Peristiwa pilu ini pun menjadi tamparan keras bagi kita semua, mengingatkan betapa pentingnya menjaga kesehatan mental dan keharmonisan dalam lingkungan keluarga agar tragedi serupa tidak lagi terulang di masa depan.

 

Editor : Joni. H.Tanjung