Mitrariau.com,Indragiri Hilir, Riau – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Polres Indragiri Hilir menyelenggarakan rangkaian kegiatan penuh makna yang menonjolkan kepedulian dan keikhlasan dalam berbagi serta penguatan ukhuwah Islamiyah.
Di Aula Rekonfu dan Masjid Al-Ma’arif Polres Inhil, Tembilahan, menjadi saksi sebuah perayaan spiritual yang hangat dan penuh kekeluargaan melalui Buka Puasa Bersama dan Peringatan Nuzulul Qur’an.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K., serta Pejabat Utama Polres, Ketua Bhayangkari Polres, seluruh personel, Forkopimda, tokoh masyarakat, dan yang paling menyentuh hati adalah kehadiran anak-anak yatim yang turut serta menyemarakan suasana. Kehadiran mereka merupakan simbol nyata bagaimana Ramadan memperkokoh jiwa peduli dan rasa berbagi antar sesama.
Rangkaian acara dibuka dengan Buka Puasa Bersama yang sarat dengan suasana penuh kasih dan keheningan yang menyentuh. Kedisiplinan dan rasa khusyuk kemudian menyusul melalui pelaksanaan sholat Isya dan Tarawih berjamaah yang menjadi perekat iman serta mempererat silaturahmi dalam bingkai keimanan.
Setelah itu, ceramah agama disampaikan oleh seorang ulama terkemuka, mengajak untuk memahami lebih dalam hikmah Ramadhan, menguatkan keimanan, serta mengajak umat melakukan refleksi demi penyempurnaan diri ke arah yang lebih baik.
Moment terindah terlihat kala pemberian santunan kepada anak-anak yatim dan dhuafa, sebuah bentuk kepedulian tulus yang membuat wajah mereka berbinar penuh haru. Santunan itu diserahkan langsung oleh Kapolres dan jajaran, memperlihatkan bahwa berbagi adalah bukti penguatan kemanusiaan dan wujud kasih yang nyata.
Kapolres Farouk dalam arahannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut adalah implementasi nyata dari program “Berbagi Itu Indah” yang harus terus ditingkatkan, terutama di bulan suci Ramadhan. “Bulan yang penuh berkah ini seharusnya menjadi momentum untuk menebarkan amal kebaikan dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Kebersamaan, keikhlasan, dan kejujuran dalam berbagi ini mampu menumbuhkan kepercayaan dan memperkuat silaturahmi yang tak ternilai,” ujarnya tulus menyentuh hati.
Ia juga menegaskan bahwa Ramadan merupakan masa untuk memperkuat ikatan hati dan kasih sayang antar sesama manusia. “Berbagi bukan hanya soal materi, namun juga perhatian, doa, dan kehadiran saat masyarakat paling membutuhkan. Mari kita jaga dan rawat semangat ini sepanjang waktu,” imbuhnya.
Acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh ustadz, memohon agar bangsa dan negara dilindungi, diberikan keberkahan, serta dijauhkan dari musibah. Para peserta pun meninggalkan tempat dengan semangat penuh kedamaian dan tekad kuat untuk terus menebar kebaikan dan memperkuat iman dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam heningnya Ramadhan, berbagi dan kepedulian menjadi penyucian hati. Kebersamaan yang tulus itu menguatkan tali persaudaraan dan menebarkan keberkahan bagi masyarakat luas. Mari kita pertahankan dan teruskan semangat indah ini demi masa depan bangsa yang penuh berkah dan kasih sayang.
EDITOR: JINI.H.TANJUNG









