Lahan Desa Muntei Berbunga Jagung! Polres Mentawai Turut Bareng Warga,Langkah Nyata Menuju Swasembada Pangan 2025

Mitrariau.com,Mentawai, Sumbar – Pada hari Kamis (4/12/2025), lahan jagung Desa Muntei Siberut menjadi panggung kegembiraan gotong-royong. Kapolres Kepulauan Mentawai, AKBP Rory Ratno A., S.E., M.M., M.Tr.Opsla, langsung mengganti seragam polisi dengan baju kerja dan turun ke lapangan, bersama ratusan warga yang antusias memanen jagung jenis Jagung Hibrida P-36 — yang dikenal tahan hujan dan menghasilkan tongkol yang besar.

Hadir dalam acara panen yang dipadati tawa dan suara keramaian juga Kabag SDM, Kasi Propam, dan Kapolsek Siberut. Semua ikut meraba tongkol jagung yang berwarna kuning cerah, sambil berbagi cerita tentang proses penanaman yang dimulai 3 bulan yang lalu dengan bantuan pembibitan dari Dinas Pertanian Kabupaten Mentawai. Suasana semakin meriah ketika beberapa anak-anak warga menyanyi lagu tradisional Mentawai sambil membantu membungkus tongkol jagung.

“Program ini bukan cuma soal banyak jagung doang, tapi juga tentang ngangkat perekonomian lokal dan ngejar cita-cita swasembada pangan tahun 2025 yang kita impikan,” ungkap Kapolres Rory Ratno, sambil memamerkan tongkol jagung yang dia petik.

Duplikasi ucapan yang ada di teks asli telah dihilangkan, dan dia menambahkan: “Setiap tongkol yang kita petik adalah bukti bahwa kerja sama pemerintah, polisi, dan warga bisa menghasilkan sesuatu yang hebat.”

Panen kali ini menghasilkan sekitar 4,5 ton jagung — 60% akan digunakan untuk kebutuhan diri warga (diolah jadi nasi jagung, oncom, dan keripik), sedangkan 40% lainnya dijual di pasar Siberut Selatan dengan harga yang kompetitif, yang diharapkan bisa menambah pendapatan rata-rata keluarga warga sebesar Rp 500.000 per bulan.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi “contoh hijau” bagi 15 desa lain di Kepulauan Mentawai untuk mengikuti langkahnya.

Dengan kerja sama yang solid dan semangat yang tinggi, harapannya Mentawai tidak hanya terkenal dengan ombaknya, tapi juga sebagai salah satu wilayah di Indonesia yang sukses membangun ketahanan pangan mandiri.

 

Editor: Joni.H.Tanjung