Polda Riau Gelar Festival Budaya Melayu, Edukasi Pencegahan Karhutla Lewat Kearifan Lokal

Hukrim1570 Dilihat

Pekanbaru, Riau (20/4/2025) – Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengambil langkah inovatif dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memanfaatkan kearifan lokal. Sabtu malam (19/4/2025), Polda Riau sukses menggelar Festival Kreatif Budaya Melayu di Rumah Singgah Tuan Kadi, Pekanbaru. Festival ini menjadi wadah edukasi yang unik dan menarik, mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Berbagai kegiatan memeriahkan festival tersebut, termasuk lomba pantun bertema karhutla dan pelestarian lingkungan, serta penampilan musik Melayu yang menambah semarak acara. Inisiatif Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, ini bertujuan menjangkau berbagai lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya karhutla. Dengan memadukan kearifan lokal dan pendekatan modern, Polda Riau berharap dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah karhutla.

Suasana festival sangat meriah, dihadiri Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan sejumlah tokoh masyarakat. Pemilihan Rumah Singgah Tuan Kadi sebagai lokasi festival bukan tanpa alasan. Bangunan bersejarah ini dipilih sebagai simbol penggabungan kearifan lokal dan pendekatan modern dalam program Green Policing Polda Riau. Rumah ini, yang dulunya menjadi tempat singgah Sultan Siak, kini juga berperan sebagai destinasi wisata dan pusat edukasi lingkungan.

Irjen Herry Heryawan menekankan pentingnya pelestarian budaya Melayu sebagai identitas Riau dan merawat bangunan bersejarah seperti Rumah Singgah Tuan Kadi untuk generasi mendatang. “Saya mengajak masyarakat untuk ikut melestarikan budaya dan lingkungan. Di Rumah Singgah Tuan Kadi ini kita akan memberikan edukasi bagaimana kita berupaya untuk menjaga kelestarian hutan dan lahan di tengah ancaman bencana karhutla,” ujar Irjen Herry.

Festival ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga merupakan langkah strategis Polda Riau dalam mengkampanyekan pencegahan karhutla dengan cara yang kreatif dan efektif, menggabungkan unsur budaya, edukasi, dan kepedulian lingkungan.

Editor(Aidil